Halaman Muka
Buku Tamu
Buku Tamu Buku Tamu
Sign guestbook 









Admins Comment:
Amin.
Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin.





Admins Comment:
amin. insya Allah niat akhi sudah dicatat Allah swt. silahkan sering-sering silaturahmi ke DT Jakarta.
Admins Comment:
'Alaikumus salam warahmatullah
Bapak Haryono yang dirahmati Allah,
banyak sekali orang-orang yang mengaku ustadz, kiyai, dsb memiliki ilmu-ilmu atau amalan-amalan yang bisa membantu melancarkan usaha, jodoh, rizki dll, dengan katanya menggunakan ayat-ayat Al Quran.
Padahal ayat-ayat Al Quran tersebut hanya sebagai kedok belaka. Dibalik itu mereka menggunakan bacaan-bacaan di luar Al Quran yang biasanya disembunyikan atau tidak jelas artinya. Ayat-ayat itu bisa memanggil atau meminta bantuan mahluk ghaib. Intinya yang digunakan adalah ayat-ayat setan.
Berhati-hatilah jika diajarkan suatu amalan yang Rasulullah saw sendiri tidak mengamalkannya.
Wallahu 'alam
Admins Comment:
jazakallah atas tulisannya akhi
Admins Comment:
Allahu akbar





Admins Comment:
subhanallah, sungguh luar biasa keinginan untuk bertaubat dan memperbaiki diri itu, ditambah lagi keberanian untuk mengakui kesalahan diri.
bertaubat itu ada beberapa tahapan,
yang pertama menyesali diri dan memohon ampun sekuat tenaga kepada Allah swt,
berjanji tidak mengulangi perbuatan itu lagi, meminta maaf kepada yang dizhalimi jika kesalahan kepada manusia, dan memperbanyak amal ibadah untuk menutupi dosa yang telah dilakukan.
Wallahu 'alam
























864
guestbook entries
iwan
09 January 2008 16:22 |
assalamu'alaikum...
mohon bantuan nasehatnya.
saya mahasiswa semester 10. saya pingin cepat lulus, tapi saya lihat teman2 yang sudah lulus malah kebingungan pekerjaan. untuk itu sebelum lulus saya pingin bisa membiayai kuliah sendiri. tapi kuliah saya malah berantakan. saya harus bagaimana. sukron..
mohon bantuan nasehatnya.
saya mahasiswa semester 10. saya pingin cepat lulus, tapi saya lihat teman2 yang sudah lulus malah kebingungan pekerjaan. untuk itu sebelum lulus saya pingin bisa membiayai kuliah sendiri. tapi kuliah saya malah berantakan. saya harus bagaimana. sukron..
imam fahrudin
28 December 2007 11:07 | Batu - Malang
I hope KH. A Agym still consistent in dakwah islam althoug others people dislike it. allohu akbar
Amin.
Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin.
rody
28 December 2007 09:56 | Jakarta
saya ingin mempunyai banyak teman yang soleh dan solehah untuk bisa merubah kebiasaan buruk saya karena saya ingin berubah dan tobat ke jalan Islam 

amin. insya Allah niat akhi sudah dicatat Allah swt. silahkan sering-sering silaturahmi ke DT Jakarta.
haryono
19 December 2007 03:20 |
Assalamu'alaikum. Wr. Wb
To : Yang bisa jawab
dear all
saya ada pertanyaan yang masih saya pendam didalam hati. Mungkin disini saya mendapatkan jawabannya.
Ada seorang kyai, dia mempunyai ilmu kebathinan. seperti : Bisa menyembuhkan yang sakit, menerawang makhluk ghaib, dll. Lalu ada seseorang yang ingin belajar dengan pak kyai. Lalu pak kyai memberikan apa yang biasa pak kyai lakukan. seperti : Baca-bacaan ayat Al-quran, dibaca ratusan kali bahkan ada yang ribuan kali. lalu murid ini bisa dan berhasil apa yang jadi keinginannya. Menyembuhkan orang sakit, Menerawang makhluk ghaib dll. Lalu ilmunya ini di salah gunakan. seperti : santet, membuat orang menjadi sakit, dll. Yang jadi pertanyaan saya, KENAPA DENGAN BACAAN AYAT SUCI AL-QUR'AN BISA TERJADI (TERKABUL) UNTUK MENJAHATI ORANG LAIN ?
Sedangkan setahu saya, Nabi Muhammad SAW tidak pernah melakukan bacaan-bacaan sampai ratusan bahkan ribuan kali. Nabi hanya menganjurkan bacan (dzikir) pada saat kita selesai shalat. seperti Shubhanallah 33x, Alhamdulillah 33x, Allahu Akbar 33x.
Wassalam...
Terima kasih
haryono
To : Yang bisa jawab
dear all
saya ada pertanyaan yang masih saya pendam didalam hati. Mungkin disini saya mendapatkan jawabannya.
Ada seorang kyai, dia mempunyai ilmu kebathinan. seperti : Bisa menyembuhkan yang sakit, menerawang makhluk ghaib, dll. Lalu ada seseorang yang ingin belajar dengan pak kyai. Lalu pak kyai memberikan apa yang biasa pak kyai lakukan. seperti : Baca-bacaan ayat Al-quran, dibaca ratusan kali bahkan ada yang ribuan kali. lalu murid ini bisa dan berhasil apa yang jadi keinginannya. Menyembuhkan orang sakit, Menerawang makhluk ghaib dll. Lalu ilmunya ini di salah gunakan. seperti : santet, membuat orang menjadi sakit, dll. Yang jadi pertanyaan saya, KENAPA DENGAN BACAAN AYAT SUCI AL-QUR'AN BISA TERJADI (TERKABUL) UNTUK MENJAHATI ORANG LAIN ?
Sedangkan setahu saya, Nabi Muhammad SAW tidak pernah melakukan bacaan-bacaan sampai ratusan bahkan ribuan kali. Nabi hanya menganjurkan bacan (dzikir) pada saat kita selesai shalat. seperti Shubhanallah 33x, Alhamdulillah 33x, Allahu Akbar 33x.
Wassalam...
Terima kasih
haryono
'Alaikumus salam warahmatullah
Bapak Haryono yang dirahmati Allah,
banyak sekali orang-orang yang mengaku ustadz, kiyai, dsb memiliki ilmu-ilmu atau amalan-amalan yang bisa membantu melancarkan usaha, jodoh, rizki dll, dengan katanya menggunakan ayat-ayat Al Quran.
Padahal ayat-ayat Al Quran tersebut hanya sebagai kedok belaka. Dibalik itu mereka menggunakan bacaan-bacaan di luar Al Quran yang biasanya disembunyikan atau tidak jelas artinya. Ayat-ayat itu bisa memanggil atau meminta bantuan mahluk ghaib. Intinya yang digunakan adalah ayat-ayat setan.
Berhati-hatilah jika diajarkan suatu amalan yang Rasulullah saw sendiri tidak mengamalkannya.
Wallahu 'alam
R!V@
19 December 2007 00:22 |
RINDU DAN CINTA
Kalau dilihat dari judul tulisan ini,kita akan berpikir bahwa rindu dan cinta adalah satu perasaan dari seorang lelaki,terhadap wanita dan begitu sebaliknya. Adanya rasa cinta tidak akan terlepas dari rasa rindu.Dan ada nya kerinduan karena ada satu kecintaan yang luar biasa kepada sesuatu.Dan apakah sesuatu itu berupa wujud yang nyata atau abstark.
Karena untuk mengartikan arti dari pada cinta dan rindu secara bahasa bukanlah satu hal yang mudah,sebab rindu dan cinta adalah masalah perasaan,sebab cinta dan rindu adalah satu perasaan akan keinginan untuk bertemu dan berbicara dengan objek yang menjadikan kita mempunyai rasa cinta dan rindu . Cinta dan rindu yang datangnya bersamaan mempunyai satu makna yang dalam,indah dan agung,dan tidak ada kata2 yang dapat melukiskan keagungannya.Hakikat kedua kata ajaib ini tidak dapat di temukan begitu saja selain dengan segenap kesungguhan pengamatan dan penjiwaan ,cinta dan rindu satu perasaan yang tidak ada larangan dalam agama dan tidak juga dalam syariat Islam. Kedua perasaaan ini adalah masalah hati,dan hati ini adalah urusan sang khaliq
Apa yang ingin disampaikan dalam tulisan ini,tidak akan mencapai maksud dan tujuan dari apa yang ingin disampaikan sebelum kita mengenal hakikat ,syarat dan penyebab kedua perasaan itu. Sebab rindu dan cinta disini bukanlah kerinduan dan kecintaan sesama cucu adam tapi ialah kerinduan dan rasa cinta kepada sang Khaliq.
Yang ingin di bahas dalam tulisan ini adalah bagaiman kerinduan dan kecintaan hamba kepada Allah swt,apakah cinta dan rindu itu melebih cinta dan rindu kepada sesama manusia atau dunia? Atau cinta dan rindu kepada Allah melebihi cinta kepada yang lain.
Sudah selayaknya sebagai seorang yang terlahir sebagai seorang muslim yang mukmin hingga sampai dewasa meyadari bagaimana hubungan yang layak dengan Allah swt,dimana Rabb dan ilahnya dan kita sebagai manusia biasa sebelum memulai berkomunikasi dan meluahkan rasa rindu dah cinta kepada Allah hendaknya lebih dahulu mengenal Allah swt,tidak untuk mengenal zat atau wujudNya tapi mengenal,ilmu-ilmu Allah,dan kekuasaan Allah yang Maha luas maka akan timbul rasa kagum dan takut serta rasa ingin berjumpa,ibarat seorang cucu adam yang jatuh cinta kepada lawan jenis nya,sebelumnya tentu saling kenal dan saling tahu sifat 2nya lalu akan datang rasa kagum dan rasa cinta di iringi dengan kerinduan untuk bertemu.Ada beberapa hal yang dapat membuat manusia mempunyai rasa cinta dan kerinduan yang berlebihan kepada Allah sebagai Rabbnya dan hal2 tersebut yang di maksud antara lain ialah,dimana kita mengenal Allah dengan sebenar2nya pengenalan bukan hanya sekedar tau Allah itu karena adanya alam ini,tapi dengan pengenalan yang benar dan yakin maka rasa cinta (mahabbah) itu akan lahir dengan sendirinya melebih rasa cinta kepada apapun dan benda apapun.
Rasa cinta ini akan membuahkan kerinduan yang dalam untuk ingin segera berjumpa dengan Allah laksana kekasih pujaan.Dan jiwa serta hidup kita akan menjadi dinamis serta semangat dalam malakukan segala hal semua di niatkan karena Allah semata.Kalau di lihat dari Al_Quran sendiri dalam surat Ash-Shaaf ayat 10 dan 11 yang isi nya Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?(10) yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.(11) Dalam ayat ini seolah di gambarkan bahwa hubungan Allah dengan umat nya seperti hubungan jual beli,ataupun pertaruhan ,dimana di pertaruhkan jiwa dan raga seorang hamba atau di perjualbelikan dijalan Allah seperti jihad atau amalan2 sholeh lainnya dan buahnya hanya karena keinginan dan kerinduan serta kecintaan kepada Allah maka sanggup mempertaruhkan harta dan jiwa nya semua karena Allah dan untuk jalan Allah.Hamba2 yang seperti ini rindu dan cintanya kepada Allah,akan melebihi diri dan harta nya tiada hal lain yang di ingat selain kerinduan kepada Allah semata.Hubungan manusia dengan Allah juga terkadang merupakan suatu ikatan kerja antara majikan dengan budaknya,dimana sebagai budak mempunyai kewajib2an yang harus di taati dan dilakukan sesuai aturan yang di berikan dari majikannya,dimana kita sebagai manusia mukmin selayaknya melakukan ikatan kerja dengan amal2 sholeh baik dari segi umum maupun khusus.
Telah disampaikan di atas,bahwa adanya rasa rindu dan cinta itu hadir karena kita sudah mengenal objek yang menjadi penyebab kedua perasaan itu berkecamuk dan bergejelok didalam hati,dan dapat merasakan nikmat yang ada dengan adanya kedua perasaan itu.Kita mengenal Allah itu dengan melihat ada nya alam semesta dan isinya dan kita dapat merasakan nikmatnya dengan hidup kita,rezeki kita dan apa2 yang ada disekeliling kita yang dapat kita nikmati dengan panca indera kita.
Seluruh panca indera yang ada di diri kita mempunyai tugas khusus dalam menimbulkan perasaan rindu dan cinta itu bersamaan,mata,dengan melihat sekeliling kita yang indah dan megah membuatkita ingin berjumpa dengan Allah,telinga dapat mendengar kalimat2 Allah dibacakan dan suara azan berkumandang membuat suasana hati kita senang dan damai, hidung dapat mencium bau2 yang harum yang kita halal menciumnya semisal harum bunga2,lidah merasakan nikmatnya makanan dan bibir bisa mengeluarkan kata2 yang lemah lembut.
Semua itu kalau kita yakini dan kita sadari dengan suatu rasa syukur yang tiada habis2nya maka akan terus rindu dan cinta itu bertambah semakin hari semakin bertambah dengan semakin dekatnya kita Allah dengan amalan2 sholat dan amalan lain,seolah hijab itu terbuka.
Dapat di garis bawahi bahwa rindu dan cinta datangnya beriringan,dan tidak dapat di artikan begitu saja kecuali sebagai satu kecendrungan atau kesenangan terhadap sesuatu yang di ketahui dan dapat memberi kenikmatan,dalam tulisan ini yang di maksud adalah Allah,kita tahu Allah itu ada dan kita senang dengan perintah2 nya dan menikmati seluruh nikmat yang di turunkan.
Untuk itu dapatlah dikatakan hanya orang2 yang tidak mau pindah dari tingkat kebinatangan nya yang menolak keberadaan rindu dan cinta kepada Allah,sebab mereka tidak mau melampaui batas panca indranya.
Satu hal lagi yang perlu di pahami disamping panca indera yang bisa membuahakan rindu dan cinta tak kalah pentingnya adalah hati.Indera yang lima dimiliki baik oleh manusia maupun binatang.Dan apabila rindu dan cinta itu hanya sebatas panca indera maka akan timbul satu pertanyaan mungkinkan Allah swt dicintai ? sementara Allah tidak dapat di kenal lewat panca indera dan tidak juga dalam satu khayalan laksana seorang jejaka melihat kekasihnya lewat panca indera dan berkhayal di kala malam tiba.Karena manusia sebagai makluk yang sempurna di banding makhluk Allah lainnya dimana manusia di beri akal dan hati,maka mengenal Allah dengan akal dan hati jadi bukan sebatas panca indera.
Pandangan mata batin jauh lebih kuat dari mata lahir.Karena hati mempunyai kemampuan mengetahui jauh yang lebih besar dibandingkan mata yang ada.Keindahan bathin diperoleh dengan kekuatan akal yang jauh lebih mengesankan dibandingkan keindahan gambar atau lukisan yang di lihat oleh panca indera.Oleh karena itu nikmat yang di rasakan oleh hati inilah yang dapat menimbulkan rindu dan cinta yang kuat atas keagungan yang Maha Agung yang tidak mampu di capai oleh panca indera,dan kenikmatan hati ini jauh lebih memuncak dan cendrung naluri akal sehat kepada yang demikian itu lebih kuat.
Rindu dan cinta kepada Allah ini tidak meminta pamrih tapi kepasrahan diri kepada sang khaliq sebagai penguasa dari rindu dan cinta yang kita miliki itu,dari Allah perasaan itu datang dan sepantasnyalah kita lebih kan perasaan itu kepada Allah.
Allah mempunyai wujud yang tidak kita lihat tapi bisa kita rasakan,adanya alam karena adanya Allah dan rindu dan cinta itu datang karena ada wujud yang kita cintai dan kita rindui,dan kita mecintai dan merindui wujud itu bukan karena ada hal lain.
Sebagaimana kita sebagai hamba mecintai Allah dan Allah juga mencintai kita karena dalam firmanya surat al ma’idah ayat 54 yang isinya : Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu`min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.
Tidak ada salahnya sebagai hamba Allah cobalah menanamkan rasa cinta dan kerinduan kepada Allah sebab Allah juga mencintai kita sebagai hamba Nya.Dan banyak ayat2 dalam alquran yang menunjukkan dan menceritakan bagaimana ganjaran bagi orang yang mecintai dan merindui Allah lebih dari dirinya dan hartanya,dalam hadist nabi di sampaikan :Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya Allah swt memberikan dunia kepada orang yang Dia cintai dan orang yang tidak Dia cintai,namun Dia tidak memberikan keimanan kecuali kepada orang yang dicintai. (riwayat al hakim)
Dan dalam alquran juag di jelaskan :” Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al_imran 31)
Sesungguhnyalah pada tiap2 diri orang mukmin sudah yang namanya rasa rindu dan cinta itu,tetapi rasa ini mungkin kadarnya tidaklah berlebihan,makanya marilah sama2 kita mencoba untuk ,lebih mengenal Allah hingga kita dapat mempunya rasa cinta dan kerinduan yang kuat untuk bertemu dengan Allah hingga serasa tanpa hijab lagi,dan hal ini insyaAllah bsia terjadi jika amalan2 yang kita lakukan lebih di tingkatkan.
Ya Alllah jadikanlah aku orang yang mencintaiMu dan aku mecintai orang yang juga mencintai Mu,dan segala sesuatu yang dapat mendekatkan cintaku kepada Mu,dan jadikanlah cintaku kepadaMu melebih air sejuk sekalipun.
Sudah selayaknya sebagai seorang yang terlahir sebagai seorang muslim yang mukmin hingga sampai dewasa meyadari bagaimana hubungan yang layak dengan Allah swt,dimana Rabb dan ilahnya dan kita sebagai manusia biasa sebelum memulai berkomunikasi dan meluahkan rasa rindu dah cinta kepada Allah hendaknya lebih dahulu mengenal Allah swt,tidak untuk mengenal zat atau wujudNya tapi mengenal,ilmu-ilmu Allah,dan kekuasaan Allah yang Maha luas maka akan timbul rasa kagum dan takut serta rasa ingin berjumpa,ibarat seorang cucu adam yang jatuh cinta kepada lawan jenis nya,sebelumnya tentu saling kenal dan saling tahu sifat 2nya lalu akan datang rasa kagum dan rasa cinta di iringi dengan kerinduan untuk bertemu.Ada beberapa hal yang dapat membuat manusia mempunyai rasa cinta dan kerinduan yang berlebihan kepada Allah sebagai Rabbnya dan hal2 tersebut yang di maksud antara lain ialah,dimana kita mengenal Allah dengan sebenar2nya pengenalan bukan hanya sekedar tau Allah itu karena adanya alam ini,tapi dengan pengenalan yang benar dan yakin maka rasa cinta (mahabbah) itu akan lahir dengan sendirinya melebih rasa cinta kepada apapun dan benda apapun.
Rasa cinta ini akan membuahkan kerinduan yang dalam untuk ingin segera berjumpa dengan Allah laksana kekasih pujaan.Dan jiwa serta hidup kita akan menjadi dinamis serta semangat dalam malakukan segala hal semua di niatkan karena Allah semata.Kalau di lihat dari Al_Quran sendiri dalam surat Ash-Shaaf ayat 10 dan 11 yang isi nya Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?(10) yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.(11) Dalam ayat ini seolah di gambarkan bahwa hubungan Allah dengan umat nya seperti hubungan jual beli,ataupun pertaruhan ,dimana di pertaruhkan jiwa dan raga seorang hamba atau di perjualbelikan dijalan Allah seperti jihad atau amalan2 sholeh lainnya dan buahnya hanya karena keinginan dan kerinduan serta kecintaan kepada Allah maka sanggup mempertaruhkan harta dan jiwa nya semua karena Allah dan untuk jalan Allah.Hamba2 yang seperti ini rindu dan cintanya kepada Allah,akan melebihi diri dan harta nya tiada hal lain yang di ingat selain kerinduan kepada Allah semata.Hubungan manusia dengan Allah juga terkadang merupakan suatu ikatan kerja antara majikan dengan budaknya,dimana sebagai budak mempunyai kewajib2an yang harus di taati dan dilakukan sesuai aturan yang di berikan dari majikannya,dimana kita sebagai manusia mukmin selayaknya melakukan ikatan kerja dengan amal2 sholeh baik dari segi umum maupun khusus.
Telah disampaikan di atas,bahwa adanya rasa rindu dan cinta itu hadir karena kita sudah mengenal objek yang menjadi penyebab kedua perasaan itu berkecamuk dan bergejelok didalam hati,dan dapat merasakan nikmat yang ada dengan adanya kedua perasaan itu.Kita mengenal Allah itu dengan melihat ada nya alam semesta dan isinya dan kita dapat merasakan nikmatnya dengan hidup kita,rezeki kita dan apa2 yang ada disekeliling kita yang dapat kita nikmati dengan panca indera kita.
Seluruh panca indera yang ada di diri kita mempunyai tugas khusus dalam menimbulkan perasaan rindu dan cinta itu bersamaan,mata,dengan melihat sekeliling kita yang indah dan megah membuatkita ingin berjumpa dengan Allah,telinga dapat mendengar kalimat2 Allah dibacakan dan suara azan berkumandang membuat suasana hati kita senang dan damai, hidung dapat mencium bau2 yang harum yang kita halal menciumnya semisal harum bunga2,lidah merasakan nikmatnya makanan dan bibir bisa mengeluarkan kata2 yang lemah lembut.
Semua itu kalau kita yakini dan kita sadari dengan suatu rasa syukur yang tiada habis2nya maka akan terus rindu dan cinta itu bertambah semakin hari semakin bertambah dengan semakin dekatnya kita Allah dengan amalan2 sholat dan amalan lain,seolah hijab itu terbuka.
Dapat di garis bawahi bahwa rindu dan cinta datangnya beriringan,dan tidak dapat di artikan begitu saja kecuali sebagai satu kecendrungan atau kesenangan terhadap sesuatu yang di ketahui dan dapat memberi kenikmatan,dalam tulisan ini yang di maksud adalah Allah,kita tahu Allah itu ada dan kita senang dengan perintah2 nya dan menikmati seluruh nikmat yang di turunkan.
Untuk itu dapatlah dikatakan hanya orang2 yang tidak mau pindah dari tingkat kebinatangan nya yang menolak keberadaan rindu dan cinta kepada Allah,sebab mereka tidak mau melampaui batas panca indranya.
Satu hal lagi yang perlu di pahami disamping panca indera yang bisa membuahakan rindu dan cinta tak kalah pentingnya adalah hati.Indera yang lima dimiliki baik oleh manusia maupun binatang.Dan apabila rindu dan cinta itu hanya sebatas panca indera maka akan timbul satu pertanyaan mungkinkan Allah swt dicintai ? sementara Allah tidak dapat di kenal lewat panca indera dan tidak juga dalam satu khayalan laksana seorang jejaka melihat kekasihnya lewat panca indera dan berkhayal di kala malam tiba.Karena manusia sebagai makluk yang sempurna di banding makhluk Allah lainnya dimana manusia di beri akal dan hati,maka mengenal Allah dengan akal dan hati jadi bukan sebatas panca indera.
Pandangan mata batin jauh lebih kuat dari mata lahir.Karena hati mempunyai kemampuan mengetahui jauh yang lebih besar dibandingkan mata yang ada.Keindahan bathin diperoleh dengan kekuatan akal yang jauh lebih mengesankan dibandingkan keindahan gambar atau lukisan yang di lihat oleh panca indera.Oleh karena itu nikmat yang di rasakan oleh hati inilah yang dapat menimbulkan rindu dan cinta yang kuat atas keagungan yang Maha Agung yang tidak mampu di capai oleh panca indera,dan kenikmatan hati ini jauh lebih memuncak dan cendrung naluri akal sehat kepada yang demikian itu lebih kuat.
Rindu dan cinta kepada Allah ini tidak meminta pamrih tapi kepasrahan diri kepada sang khaliq sebagai penguasa dari rindu dan cinta yang kita miliki itu,dari Allah perasaan itu datang dan sepantasnyalah kita lebih kan perasaan itu kepada Allah.
Allah mempunyai wujud yang tidak kita lihat tapi bisa kita rasakan,adanya alam karena adanya Allah dan rindu dan cinta itu datang karena ada wujud yang kita cintai dan kita rindui,dan kita mecintai dan merindui wujud itu bukan karena ada hal lain.
Sebagaimana kita sebagai hamba mecintai Allah dan Allah juga mencintai kita karena dalam firmanya surat al ma’idah ayat 54 yang isinya : Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu`min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.
Tidak ada salahnya sebagai hamba Allah cobalah menanamkan rasa cinta dan kerinduan kepada Allah sebab Allah juga mencintai kita sebagai hamba Nya.Dan banyak ayat2 dalam alquran yang menunjukkan dan menceritakan bagaimana ganjaran bagi orang yang mecintai dan merindui Allah lebih dari dirinya dan hartanya,dalam hadist nabi di sampaikan :Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya Allah swt memberikan dunia kepada orang yang Dia cintai dan orang yang tidak Dia cintai,namun Dia tidak memberikan keimanan kecuali kepada orang yang dicintai. (riwayat al hakim)
Dan dalam alquran juag di jelaskan :” Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al_imran 31)
Sesungguhnyalah pada tiap2 diri orang mukmin sudah yang namanya rasa rindu dan cinta itu,tetapi rasa ini mungkin kadarnya tidaklah berlebihan,makanya marilah sama2 kita mencoba untuk ,lebih mengenal Allah hingga kita dapat mempunya rasa cinta dan kerinduan yang kuat untuk bertemu dengan Allah hingga serasa tanpa hijab lagi,dan hal ini insyaAllah bsia terjadi jika amalan2 yang kita lakukan lebih di tingkatkan.
Ya Alllah jadikanlah aku orang yang mencintaiMu dan aku mecintai orang yang juga mencintai Mu,dan segala sesuatu yang dapat mendekatkan cintaku kepada Mu,dan jadikanlah cintaku kepadaMu melebih air sejuk sekalipun.
___ aiqlb _____
Sumber ; Al mahabbah wa-al Syaq wa-l Uns wa al Ridha >> Imam Ghazali
Al-quran terjemahan
Berbagai sumber lain
Kalau dilihat dari judul tulisan ini,kita akan berpikir bahwa rindu dan cinta adalah satu perasaan dari seorang lelaki,terhadap wanita dan begitu sebaliknya. Adanya rasa cinta tidak akan terlepas dari rasa rindu.Dan ada nya kerinduan karena ada satu kecintaan yang luar biasa kepada sesuatu.Dan apakah sesuatu itu berupa wujud yang nyata atau abstark.
Karena untuk mengartikan arti dari pada cinta dan rindu secara bahasa bukanlah satu hal yang mudah,sebab rindu dan cinta adalah masalah perasaan,sebab cinta dan rindu adalah satu perasaan akan keinginan untuk bertemu dan berbicara dengan objek yang menjadikan kita mempunyai rasa cinta dan rindu . Cinta dan rindu yang datangnya bersamaan mempunyai satu makna yang dalam,indah dan agung,dan tidak ada kata2 yang dapat melukiskan keagungannya.Hakikat kedua kata ajaib ini tidak dapat di temukan begitu saja selain dengan segenap kesungguhan pengamatan dan penjiwaan ,cinta dan rindu satu perasaan yang tidak ada larangan dalam agama dan tidak juga dalam syariat Islam. Kedua perasaaan ini adalah masalah hati,dan hati ini adalah urusan sang khaliq
Apa yang ingin disampaikan dalam tulisan ini,tidak akan mencapai maksud dan tujuan dari apa yang ingin disampaikan sebelum kita mengenal hakikat ,syarat dan penyebab kedua perasaan itu. Sebab rindu dan cinta disini bukanlah kerinduan dan kecintaan sesama cucu adam tapi ialah kerinduan dan rasa cinta kepada sang Khaliq.
Yang ingin di bahas dalam tulisan ini adalah bagaiman kerinduan dan kecintaan hamba kepada Allah swt,apakah cinta dan rindu itu melebih cinta dan rindu kepada sesama manusia atau dunia? Atau cinta dan rindu kepada Allah melebihi cinta kepada yang lain.
Sudah selayaknya sebagai seorang yang terlahir sebagai seorang muslim yang mukmin hingga sampai dewasa meyadari bagaimana hubungan yang layak dengan Allah swt,dimana Rabb dan ilahnya dan kita sebagai manusia biasa sebelum memulai berkomunikasi dan meluahkan rasa rindu dah cinta kepada Allah hendaknya lebih dahulu mengenal Allah swt,tidak untuk mengenal zat atau wujudNya tapi mengenal,ilmu-ilmu Allah,dan kekuasaan Allah yang Maha luas maka akan timbul rasa kagum dan takut serta rasa ingin berjumpa,ibarat seorang cucu adam yang jatuh cinta kepada lawan jenis nya,sebelumnya tentu saling kenal dan saling tahu sifat 2nya lalu akan datang rasa kagum dan rasa cinta di iringi dengan kerinduan untuk bertemu.Ada beberapa hal yang dapat membuat manusia mempunyai rasa cinta dan kerinduan yang berlebihan kepada Allah sebagai Rabbnya dan hal2 tersebut yang di maksud antara lain ialah,dimana kita mengenal Allah dengan sebenar2nya pengenalan bukan hanya sekedar tau Allah itu karena adanya alam ini,tapi dengan pengenalan yang benar dan yakin maka rasa cinta (mahabbah) itu akan lahir dengan sendirinya melebih rasa cinta kepada apapun dan benda apapun.
Rasa cinta ini akan membuahkan kerinduan yang dalam untuk ingin segera berjumpa dengan Allah laksana kekasih pujaan.Dan jiwa serta hidup kita akan menjadi dinamis serta semangat dalam malakukan segala hal semua di niatkan karena Allah semata.Kalau di lihat dari Al_Quran sendiri dalam surat Ash-Shaaf ayat 10 dan 11 yang isi nya Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?(10) yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.(11) Dalam ayat ini seolah di gambarkan bahwa hubungan Allah dengan umat nya seperti hubungan jual beli,ataupun pertaruhan ,dimana di pertaruhkan jiwa dan raga seorang hamba atau di perjualbelikan dijalan Allah seperti jihad atau amalan2 sholeh lainnya dan buahnya hanya karena keinginan dan kerinduan serta kecintaan kepada Allah maka sanggup mempertaruhkan harta dan jiwa nya semua karena Allah dan untuk jalan Allah.Hamba2 yang seperti ini rindu dan cintanya kepada Allah,akan melebihi diri dan harta nya tiada hal lain yang di ingat selain kerinduan kepada Allah semata.Hubungan manusia dengan Allah juga terkadang merupakan suatu ikatan kerja antara majikan dengan budaknya,dimana sebagai budak mempunyai kewajib2an yang harus di taati dan dilakukan sesuai aturan yang di berikan dari majikannya,dimana kita sebagai manusia mukmin selayaknya melakukan ikatan kerja dengan amal2 sholeh baik dari segi umum maupun khusus.
Telah disampaikan di atas,bahwa adanya rasa rindu dan cinta itu hadir karena kita sudah mengenal objek yang menjadi penyebab kedua perasaan itu berkecamuk dan bergejelok didalam hati,dan dapat merasakan nikmat yang ada dengan adanya kedua perasaan itu.Kita mengenal Allah itu dengan melihat ada nya alam semesta dan isinya dan kita dapat merasakan nikmatnya dengan hidup kita,rezeki kita dan apa2 yang ada disekeliling kita yang dapat kita nikmati dengan panca indera kita.
Seluruh panca indera yang ada di diri kita mempunyai tugas khusus dalam menimbulkan perasaan rindu dan cinta itu bersamaan,mata,dengan melihat sekeliling kita yang indah dan megah membuatkita ingin berjumpa dengan Allah,telinga dapat mendengar kalimat2 Allah dibacakan dan suara azan berkumandang membuat suasana hati kita senang dan damai, hidung dapat mencium bau2 yang harum yang kita halal menciumnya semisal harum bunga2,lidah merasakan nikmatnya makanan dan bibir bisa mengeluarkan kata2 yang lemah lembut.
Semua itu kalau kita yakini dan kita sadari dengan suatu rasa syukur yang tiada habis2nya maka akan terus rindu dan cinta itu bertambah semakin hari semakin bertambah dengan semakin dekatnya kita Allah dengan amalan2 sholat dan amalan lain,seolah hijab itu terbuka.
Dapat di garis bawahi bahwa rindu dan cinta datangnya beriringan,dan tidak dapat di artikan begitu saja kecuali sebagai satu kecendrungan atau kesenangan terhadap sesuatu yang di ketahui dan dapat memberi kenikmatan,dalam tulisan ini yang di maksud adalah Allah,kita tahu Allah itu ada dan kita senang dengan perintah2 nya dan menikmati seluruh nikmat yang di turunkan.
Untuk itu dapatlah dikatakan hanya orang2 yang tidak mau pindah dari tingkat kebinatangan nya yang menolak keberadaan rindu dan cinta kepada Allah,sebab mereka tidak mau melampaui batas panca indranya.
Satu hal lagi yang perlu di pahami disamping panca indera yang bisa membuahakan rindu dan cinta tak kalah pentingnya adalah hati.Indera yang lima dimiliki baik oleh manusia maupun binatang.Dan apabila rindu dan cinta itu hanya sebatas panca indera maka akan timbul satu pertanyaan mungkinkan Allah swt dicintai ? sementara Allah tidak dapat di kenal lewat panca indera dan tidak juga dalam satu khayalan laksana seorang jejaka melihat kekasihnya lewat panca indera dan berkhayal di kala malam tiba.Karena manusia sebagai makluk yang sempurna di banding makhluk Allah lainnya dimana manusia di beri akal dan hati,maka mengenal Allah dengan akal dan hati jadi bukan sebatas panca indera.
Pandangan mata batin jauh lebih kuat dari mata lahir.Karena hati mempunyai kemampuan mengetahui jauh yang lebih besar dibandingkan mata yang ada.Keindahan bathin diperoleh dengan kekuatan akal yang jauh lebih mengesankan dibandingkan keindahan gambar atau lukisan yang di lihat oleh panca indera.Oleh karena itu nikmat yang di rasakan oleh hati inilah yang dapat menimbulkan rindu dan cinta yang kuat atas keagungan yang Maha Agung yang tidak mampu di capai oleh panca indera,dan kenikmatan hati ini jauh lebih memuncak dan cendrung naluri akal sehat kepada yang demikian itu lebih kuat.
Rindu dan cinta kepada Allah ini tidak meminta pamrih tapi kepasrahan diri kepada sang khaliq sebagai penguasa dari rindu dan cinta yang kita miliki itu,dari Allah perasaan itu datang dan sepantasnyalah kita lebih kan perasaan itu kepada Allah.
Allah mempunyai wujud yang tidak kita lihat tapi bisa kita rasakan,adanya alam karena adanya Allah dan rindu dan cinta itu datang karena ada wujud yang kita cintai dan kita rindui,dan kita mecintai dan merindui wujud itu bukan karena ada hal lain.
Sebagaimana kita sebagai hamba mecintai Allah dan Allah juga mencintai kita karena dalam firmanya surat al ma’idah ayat 54 yang isinya : Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu`min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.
Tidak ada salahnya sebagai hamba Allah cobalah menanamkan rasa cinta dan kerinduan kepada Allah sebab Allah juga mencintai kita sebagai hamba Nya.Dan banyak ayat2 dalam alquran yang menunjukkan dan menceritakan bagaimana ganjaran bagi orang yang mecintai dan merindui Allah lebih dari dirinya dan hartanya,dalam hadist nabi di sampaikan :Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya Allah swt memberikan dunia kepada orang yang Dia cintai dan orang yang tidak Dia cintai,namun Dia tidak memberikan keimanan kecuali kepada orang yang dicintai. (riwayat al hakim)
Dan dalam alquran juag di jelaskan :” Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al_imran 31)
Sesungguhnyalah pada tiap2 diri orang mukmin sudah yang namanya rasa rindu dan cinta itu,tetapi rasa ini mungkin kadarnya tidaklah berlebihan,makanya marilah sama2 kita mencoba untuk ,lebih mengenal Allah hingga kita dapat mempunya rasa cinta dan kerinduan yang kuat untuk bertemu dengan Allah hingga serasa tanpa hijab lagi,dan hal ini insyaAllah bsia terjadi jika amalan2 yang kita lakukan lebih di tingkatkan.
Ya Alllah jadikanlah aku orang yang mencintaiMu dan aku mecintai orang yang juga mencintai Mu,dan segala sesuatu yang dapat mendekatkan cintaku kepada Mu,dan jadikanlah cintaku kepadaMu melebih air sejuk sekalipun.
Sudah selayaknya sebagai seorang yang terlahir sebagai seorang muslim yang mukmin hingga sampai dewasa meyadari bagaimana hubungan yang layak dengan Allah swt,dimana Rabb dan ilahnya dan kita sebagai manusia biasa sebelum memulai berkomunikasi dan meluahkan rasa rindu dah cinta kepada Allah hendaknya lebih dahulu mengenal Allah swt,tidak untuk mengenal zat atau wujudNya tapi mengenal,ilmu-ilmu Allah,dan kekuasaan Allah yang Maha luas maka akan timbul rasa kagum dan takut serta rasa ingin berjumpa,ibarat seorang cucu adam yang jatuh cinta kepada lawan jenis nya,sebelumnya tentu saling kenal dan saling tahu sifat 2nya lalu akan datang rasa kagum dan rasa cinta di iringi dengan kerinduan untuk bertemu.Ada beberapa hal yang dapat membuat manusia mempunyai rasa cinta dan kerinduan yang berlebihan kepada Allah sebagai Rabbnya dan hal2 tersebut yang di maksud antara lain ialah,dimana kita mengenal Allah dengan sebenar2nya pengenalan bukan hanya sekedar tau Allah itu karena adanya alam ini,tapi dengan pengenalan yang benar dan yakin maka rasa cinta (mahabbah) itu akan lahir dengan sendirinya melebih rasa cinta kepada apapun dan benda apapun.
Rasa cinta ini akan membuahkan kerinduan yang dalam untuk ingin segera berjumpa dengan Allah laksana kekasih pujaan.Dan jiwa serta hidup kita akan menjadi dinamis serta semangat dalam malakukan segala hal semua di niatkan karena Allah semata.Kalau di lihat dari Al_Quran sendiri dalam surat Ash-Shaaf ayat 10 dan 11 yang isi nya Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?(10) yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.(11) Dalam ayat ini seolah di gambarkan bahwa hubungan Allah dengan umat nya seperti hubungan jual beli,ataupun pertaruhan ,dimana di pertaruhkan jiwa dan raga seorang hamba atau di perjualbelikan dijalan Allah seperti jihad atau amalan2 sholeh lainnya dan buahnya hanya karena keinginan dan kerinduan serta kecintaan kepada Allah maka sanggup mempertaruhkan harta dan jiwa nya semua karena Allah dan untuk jalan Allah.Hamba2 yang seperti ini rindu dan cintanya kepada Allah,akan melebihi diri dan harta nya tiada hal lain yang di ingat selain kerinduan kepada Allah semata.Hubungan manusia dengan Allah juga terkadang merupakan suatu ikatan kerja antara majikan dengan budaknya,dimana sebagai budak mempunyai kewajib2an yang harus di taati dan dilakukan sesuai aturan yang di berikan dari majikannya,dimana kita sebagai manusia mukmin selayaknya melakukan ikatan kerja dengan amal2 sholeh baik dari segi umum maupun khusus.
Telah disampaikan di atas,bahwa adanya rasa rindu dan cinta itu hadir karena kita sudah mengenal objek yang menjadi penyebab kedua perasaan itu berkecamuk dan bergejelok didalam hati,dan dapat merasakan nikmat yang ada dengan adanya kedua perasaan itu.Kita mengenal Allah itu dengan melihat ada nya alam semesta dan isinya dan kita dapat merasakan nikmatnya dengan hidup kita,rezeki kita dan apa2 yang ada disekeliling kita yang dapat kita nikmati dengan panca indera kita.
Seluruh panca indera yang ada di diri kita mempunyai tugas khusus dalam menimbulkan perasaan rindu dan cinta itu bersamaan,mata,dengan melihat sekeliling kita yang indah dan megah membuatkita ingin berjumpa dengan Allah,telinga dapat mendengar kalimat2 Allah dibacakan dan suara azan berkumandang membuat suasana hati kita senang dan damai, hidung dapat mencium bau2 yang harum yang kita halal menciumnya semisal harum bunga2,lidah merasakan nikmatnya makanan dan bibir bisa mengeluarkan kata2 yang lemah lembut.
Semua itu kalau kita yakini dan kita sadari dengan suatu rasa syukur yang tiada habis2nya maka akan terus rindu dan cinta itu bertambah semakin hari semakin bertambah dengan semakin dekatnya kita Allah dengan amalan2 sholat dan amalan lain,seolah hijab itu terbuka.
Dapat di garis bawahi bahwa rindu dan cinta datangnya beriringan,dan tidak dapat di artikan begitu saja kecuali sebagai satu kecendrungan atau kesenangan terhadap sesuatu yang di ketahui dan dapat memberi kenikmatan,dalam tulisan ini yang di maksud adalah Allah,kita tahu Allah itu ada dan kita senang dengan perintah2 nya dan menikmati seluruh nikmat yang di turunkan.
Untuk itu dapatlah dikatakan hanya orang2 yang tidak mau pindah dari tingkat kebinatangan nya yang menolak keberadaan rindu dan cinta kepada Allah,sebab mereka tidak mau melampaui batas panca indranya.
Satu hal lagi yang perlu di pahami disamping panca indera yang bisa membuahakan rindu dan cinta tak kalah pentingnya adalah hati.Indera yang lima dimiliki baik oleh manusia maupun binatang.Dan apabila rindu dan cinta itu hanya sebatas panca indera maka akan timbul satu pertanyaan mungkinkan Allah swt dicintai ? sementara Allah tidak dapat di kenal lewat panca indera dan tidak juga dalam satu khayalan laksana seorang jejaka melihat kekasihnya lewat panca indera dan berkhayal di kala malam tiba.Karena manusia sebagai makluk yang sempurna di banding makhluk Allah lainnya dimana manusia di beri akal dan hati,maka mengenal Allah dengan akal dan hati jadi bukan sebatas panca indera.
Pandangan mata batin jauh lebih kuat dari mata lahir.Karena hati mempunyai kemampuan mengetahui jauh yang lebih besar dibandingkan mata yang ada.Keindahan bathin diperoleh dengan kekuatan akal yang jauh lebih mengesankan dibandingkan keindahan gambar atau lukisan yang di lihat oleh panca indera.Oleh karena itu nikmat yang di rasakan oleh hati inilah yang dapat menimbulkan rindu dan cinta yang kuat atas keagungan yang Maha Agung yang tidak mampu di capai oleh panca indera,dan kenikmatan hati ini jauh lebih memuncak dan cendrung naluri akal sehat kepada yang demikian itu lebih kuat.
Rindu dan cinta kepada Allah ini tidak meminta pamrih tapi kepasrahan diri kepada sang khaliq sebagai penguasa dari rindu dan cinta yang kita miliki itu,dari Allah perasaan itu datang dan sepantasnyalah kita lebih kan perasaan itu kepada Allah.
Allah mempunyai wujud yang tidak kita lihat tapi bisa kita rasakan,adanya alam karena adanya Allah dan rindu dan cinta itu datang karena ada wujud yang kita cintai dan kita rindui,dan kita mecintai dan merindui wujud itu bukan karena ada hal lain.
Sebagaimana kita sebagai hamba mecintai Allah dan Allah juga mencintai kita karena dalam firmanya surat al ma’idah ayat 54 yang isinya : Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu`min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.
Tidak ada salahnya sebagai hamba Allah cobalah menanamkan rasa cinta dan kerinduan kepada Allah sebab Allah juga mencintai kita sebagai hamba Nya.Dan banyak ayat2 dalam alquran yang menunjukkan dan menceritakan bagaimana ganjaran bagi orang yang mecintai dan merindui Allah lebih dari dirinya dan hartanya,dalam hadist nabi di sampaikan :Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya Allah swt memberikan dunia kepada orang yang Dia cintai dan orang yang tidak Dia cintai,namun Dia tidak memberikan keimanan kecuali kepada orang yang dicintai. (riwayat al hakim)
Dan dalam alquran juag di jelaskan :” Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al_imran 31)
Sesungguhnyalah pada tiap2 diri orang mukmin sudah yang namanya rasa rindu dan cinta itu,tetapi rasa ini mungkin kadarnya tidaklah berlebihan,makanya marilah sama2 kita mencoba untuk ,lebih mengenal Allah hingga kita dapat mempunya rasa cinta dan kerinduan yang kuat untuk bertemu dengan Allah hingga serasa tanpa hijab lagi,dan hal ini insyaAllah bsia terjadi jika amalan2 yang kita lakukan lebih di tingkatkan.
Ya Alllah jadikanlah aku orang yang mencintaiMu dan aku mecintai orang yang juga mencintai Mu,dan segala sesuatu yang dapat mendekatkan cintaku kepada Mu,dan jadikanlah cintaku kepadaMu melebih air sejuk sekalipun.
___ aiqlb _____
Sumber ; Al mahabbah wa-al Syaq wa-l Uns wa al Ridha >> Imam Ghazali
Al-quran terjemahan
Berbagai sumber lain
jazakallah atas tulisannya akhi
jefry al hasyim
17 December 2007 06:03 | USA
KEPADA SELURUH UMAT :
SEGERALAH BERTAUBAT, KEMBALI KEPADA JALAN YANG BENAR, SESUAI DENGAN YANG DIAJARKAN RASULULLAH, SAW.
KEPADA SELURUH UMAT :
SEGERALAH BERTAUBAT, KEMBALI KEPADA JALAN YANG BENAR, SESUAI DENGAN YANG DIAJARKAN RASULULLAH, SAW.
KEPADA SELURUH UMAT :
SEGERALAH BERTAUBAT, KEMBALI KEPADA JALAN YANG BENAR, SESUAI DENGAN YANG DIAJARKAN RASULULLAH, SAW.
SEGERALAH BERTAUBAT, KEMBALI KEPADA JALAN YANG BENAR, SESUAI DENGAN YANG DIAJARKAN RASULULLAH, SAW.
KEPADA SELURUH UMAT :
SEGERALAH BERTAUBAT, KEMBALI KEPADA JALAN YANG BENAR, SESUAI DENGAN YANG DIAJARKAN RASULULLAH, SAW.
KEPADA SELURUH UMAT :
SEGERALAH BERTAUBAT, KEMBALI KEPADA JALAN YANG BENAR, SESUAI DENGAN YANG DIAJARKAN RASULULLAH, SAW.
Allahu akbar
wahyu
15 December 2007 04:32 |
untuk para ulama dan ustadz atau teman2 yang mengerti ttg islam,,, tolong bantu saya manusia yang khilaf dan dangkal ini...
saya sudah melakukan perbuatan yang dilarang ALLAH S.W.T,,, dan saya sangat ingin bertaubat...
bagaimana caranya bertaubat,,, dan bagaimana agar taubat saya di terima...
terima kasih
saya sudah melakukan perbuatan yang dilarang ALLAH S.W.T,,, dan saya sangat ingin bertaubat...
bagaimana caranya bertaubat,,, dan bagaimana agar taubat saya di terima...
terima kasih
subhanallah, sungguh luar biasa keinginan untuk bertaubat dan memperbaiki diri itu, ditambah lagi keberanian untuk mengakui kesalahan diri.
bertaubat itu ada beberapa tahapan,
yang pertama menyesali diri dan memohon ampun sekuat tenaga kepada Allah swt,
berjanji tidak mengulangi perbuatan itu lagi, meminta maaf kepada yang dizhalimi jika kesalahan kepada manusia, dan memperbanyak amal ibadah untuk menutupi dosa yang telah dilakukan.
Wallahu 'alam
amel
15 December 2007 04:00 | jakarta
ass wr wb.
Aa atau ustad lain atau teman2 lain, sering timbul pertanyaan di hati saya dan rasanya saya belum pernah mendapat jawaban yg menenangkan.
Selama ini yang saya baca atau dengar adalah istri kedua disalahkan, dipandang sebelah mata dsb. Apakah salah menjadi istri kedua?
Setahu saya, perbandingan laki-laki dan perempuan kira-kira 1:4. Satu laki-laki, 4 perempuan. Kalau salah satu perempuan tsb mendapatkan laki2 sebagai suaminya, bagaimana nasib 3 prempuan yang lain ? Kalau ternyata kita menjadi salah satu dari 3 perempuan yang tersisa, apakah yang harus kita lakukan?
Bagaimana menghilangkan rasa iri, cemburu di hati serta bersikap pasrah untuk jalankan hidup ?
Mudah-mudahan ada yang bisa memberika pencerahan..
Wassalam,

Aa atau ustad lain atau teman2 lain, sering timbul pertanyaan di hati saya dan rasanya saya belum pernah mendapat jawaban yg menenangkan.
Selama ini yang saya baca atau dengar adalah istri kedua disalahkan, dipandang sebelah mata dsb. Apakah salah menjadi istri kedua?
Setahu saya, perbandingan laki-laki dan perempuan kira-kira 1:4. Satu laki-laki, 4 perempuan. Kalau salah satu perempuan tsb mendapatkan laki2 sebagai suaminya, bagaimana nasib 3 prempuan yang lain ? Kalau ternyata kita menjadi salah satu dari 3 perempuan yang tersisa, apakah yang harus kita lakukan?
Bagaimana menghilangkan rasa iri, cemburu di hati serta bersikap pasrah untuk jalankan hidup ?
Mudah-mudahan ada yang bisa memberika pencerahan..
Wassalam,

amel
14 December 2007 07:26 | Jakarta
Ass wr wb,
Saya ingin sekali konsultasi dengan Aa Gym, mungkin tidak ya, mengingat dia sangat sibuk
Saya ingin sekali konsultasi dengan Aa Gym, mungkin tidak ya, mengingat dia sangat sibuk

RiV@
13 December 2007 11:01 |
Assalaumualaikum wr wb,
...............
...............

dina2007
10 December 2007 04:33 |
sahabat,.ini ada link yang berbahaya..mohon pencerahan...tx
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum
VIVI ZULVIA
08 December 2007 06:03 |

Aditya
04 December 2007 05:02 |
Assalaamu'alaikum wr. wb.
Info ladang 'Amal untuk sahabat semua, DT Jakarta memfasilitasi bagi sahabat yang sudah berniat menuanaikan 'ibadah Qurban dalam Program "QURBA PEDULI NEGERI" yang insya Allah hewan Qurban yang dititipkan melalui DT Jakarta akan disampaikan kepada saudar saudara Muslim di Daerah JABODETABEK dan daerah lainnya,diantaranya: Tasik Malaya, Banten, Yogyakarta, Lampung, Bengkulu, Maluku,NTB, Pontianak dan Irian Jaya ( Papua ). Adapun harga hewan Qurban: 1.Kambing dengan berat 28 kg Rp. 750.000 dan 35 kg Rp. 850.000. 2. Sapi dengan berat 250 kg seharga Rp.5.950.000. bagi sahabat yang akan berQurban melalui transfer rekening silakan ke: BSM KPO Hasanudin 001 004 5020 a/n Yayasan Daarut Tauhiid Jakarta, mohon difax bukti transfer ke 021-7235258. semoga Allah limpahkan keberkahan dalam Rezqy kita semua, aamiin...wassalaam....
Info ladang 'Amal untuk sahabat semua, DT Jakarta memfasilitasi bagi sahabat yang sudah berniat menuanaikan 'ibadah Qurban dalam Program "QURBA PEDULI NEGERI" yang insya Allah hewan Qurban yang dititipkan melalui DT Jakarta akan disampaikan kepada saudar saudara Muslim di Daerah JABODETABEK dan daerah lainnya,diantaranya: Tasik Malaya, Banten, Yogyakarta, Lampung, Bengkulu, Maluku,NTB, Pontianak dan Irian Jaya ( Papua ). Adapun harga hewan Qurban: 1.Kambing dengan berat 28 kg Rp. 750.000 dan 35 kg Rp. 850.000. 2. Sapi dengan berat 250 kg seharga Rp.5.950.000. bagi sahabat yang akan berQurban melalui transfer rekening silakan ke: BSM KPO Hasanudin 001 004 5020 a/n Yayasan Daarut Tauhiid Jakarta, mohon difax bukti transfer ke 021-7235258. semoga Allah limpahkan keberkahan dalam Rezqy kita semua, aamiin...wassalaam....
wanto
27 November 2007 08:20 |
This is one of the wonderful website that make everyone enthusias to read, good job...!!!!!
Riv@
22 November 2007 00:52 |
"Lucu ya, uang 20,000-an kelihatan begitu besar bila dibawa ke kotak amall mesjid, tapi begitu kecil bila kita bawa ke supermarket
“ Nyanyian abang bagus “, kata anakku sambil memberi pecahan 5000-an ke pengamen di dalam bus yang membawa kami pulang ke kampung. Aku hanya melirik beberapa pecahan 1000-an di dalam kaleng yang kebetulan berada tepat didepan mata pemberian beberapa orang yang duduk dibangku depan. Ah…paling uangnya untuk beli rokok atau beli minuman sambil kongkow di terminal, hatiku su’uzhon. Lalu atraksi berikutnya pun bermunculan, ada penjual aqua, penjual koran bahkan penjual eletronik digital dengan iming-imingan door price. Ternyata pangsa pasar itu ada dimana-mana.
Antara sadar dan tidak terdengar sayup – sayup suara wanita melantunkan nyanyian salawat, kulihat jam tangan menunjukan pukul 11 siang, telah dua jam perjalanan yang cukup melelahkan untuk badan yang baru saja berusaha untuk membuang jet lag dari sebuah penerbangan yang jauh, belum lagi penyesuaian waktu di tempat yang baru. Salawat yang diiringi oleh rebana sederhana dipadu dengan vocal yang dibawah rata-rata menambah komplitnya kesemrawutan hasil sebuah karya seni. Akibatnya kepala tambah pusing diikuti oleh hati yang menggerutu.
Selesai lantunan salawat, di lanjutkan oleh balada nyanyian biduan. Sebuah kisah perjalanan terpaksa yang ia lakukan sebagai pengamen dari bus ke bus, membutakan mata membalut rasa malu untuk menyambung nyawa bagi kehidupan tiga adik adiknya yang seharusnya bukan menjadi beban hidupnya. Sebuah kisah yang telah dan biasa ia tampilkan untuk menarik simpati, fikirku.
Ketika rebana berisi beberapa lembar pecahan 1000-an muncul didepan mataku, kutarik uang yang ada di saku bajuku, yang tinggal selebar dan ku masukan ke dalam nya, tiba-tiba tubuh lusuh yang dibalut baju tanpa parfum rebah dipangkuanku sambil menciumi tangan ku, ia menangis: “…..terima kasih, terima kasih, bapak memberinya terlalu banyak” Berulang-ulang ia ucapkan. Aku terkejut tak menyangka kalau dengan memberi uang pecahan 20.000-an tanganku akan diciumi seperti itu. Aku risih berpasang mata memandangiku, aku juga risih baju lusuh tanpa parfum yang ia pakai membuat pernafasanku sesak. Ah…..begitu mulianya wanita tersebut yang ikhlas menciumi tanganku dengan pemberian selebar uang 20.000-an, sedang anak-anakku walau dengan pecahan 100.000-an terkadang lupa mengucapkan terima kasih.
Pukul 07:00 pagi pesawat Sempati mendarat dengan mulus, tak ada yang menjemput kami di bandara. Kucari informasi dengan apa kiranya kami dapat ke kota setelah bus bandara kulihat telah penuh. Seseorang menghapiriku sambil memperlihatkan mobil kijang berwarna biru. Sepakat harga, kami pun meluncur ke kota , ke hotel yang ku ingini.
Sepanjang jalan kenangan, tahun-tahun yang dulu penuh kedamaian terlalui dengan cepat seiring lajunya mobil kijang yang membawa kami ke arah kota .
Sesampainya di hotel, perut yang diganjal oleh segelas aqua dan sebungkus kecil biskuat oleh pramugari, mulai gelisah. Aku bawa anak-anak dan istri ke luar hotel untuk sarapan.
Sambil menunggu pesanan nasi lemak dan teh manis yang belum terhidang, ku plototi anak-anakku yang mulai mengoceh mempergunakan bahasa asing. Aku tidak mau kedatangan kami akan menjadi boomerang. Perselisihan memang sudah mereda, namun siapa tahu bara kebencian masih ada tertanam pada orang-orang tertentu yang tidak dikenal yang akan menilai lain akan kedatangan kami. Bumi negeriku yang indah, yang tercabik-cabik oleh berbagai cobaan. Cobaan-cobaan anugerah dari Yang Maha Kuasa.
Sedang nikmatnya merasakan lezatnya nasi lemak dengan dendeng sapi khas produk local, datang seorang ibu menghampiriku dengan berucap:” Berilah kami sedekah, nak !”
Ku berikan pecahan 20.000-an, lalu diciuminya tanganku: “Terima kasih nak, terima kasih “. Ucapnya berulang kali.
Cepat-cepat kutarik tanganku, aku khawatir adegan tersebut akan mengundang perhatian orang-orang yang sedang sarapan di meja lain. Ah…..begitu mulianya ibu tersebut yang ikhlas menciumi tanganku dengan pemberian selebar uang 20.000-an, sedang anak-anakku walau dengan pecahan 100.000-an terkadang lupa mengucapkan terima kasih".
Hal jazaa ul ihsaani iilal ihsaan
Fa bi ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadzdzibaan (55:60-61)
“ Nyanyian abang bagus “, kata anakku sambil memberi pecahan 5000-an ke pengamen di dalam bus yang membawa kami pulang ke kampung. Aku hanya melirik beberapa pecahan 1000-an di dalam kaleng yang kebetulan berada tepat didepan mata pemberian beberapa orang yang duduk dibangku depan. Ah…paling uangnya untuk beli rokok atau beli minuman sambil kongkow di terminal, hatiku su’uzhon. Lalu atraksi berikutnya pun bermunculan, ada penjual aqua, penjual koran bahkan penjual eletronik digital dengan iming-imingan door price. Ternyata pangsa pasar itu ada dimana-mana.
Antara sadar dan tidak terdengar sayup – sayup suara wanita melantunkan nyanyian salawat, kulihat jam tangan menunjukan pukul 11 siang, telah dua jam perjalanan yang cukup melelahkan untuk badan yang baru saja berusaha untuk membuang jet lag dari sebuah penerbangan yang jauh, belum lagi penyesuaian waktu di tempat yang baru. Salawat yang diiringi oleh rebana sederhana dipadu dengan vocal yang dibawah rata-rata menambah komplitnya kesemrawutan hasil sebuah karya seni. Akibatnya kepala tambah pusing diikuti oleh hati yang menggerutu.
Selesai lantunan salawat, di lanjutkan oleh balada nyanyian biduan. Sebuah kisah perjalanan terpaksa yang ia lakukan sebagai pengamen dari bus ke bus, membutakan mata membalut rasa malu untuk menyambung nyawa bagi kehidupan tiga adik adiknya yang seharusnya bukan menjadi beban hidupnya. Sebuah kisah yang telah dan biasa ia tampilkan untuk menarik simpati, fikirku.
Ketika rebana berisi beberapa lembar pecahan 1000-an muncul didepan mataku, kutarik uang yang ada di saku bajuku, yang tinggal selebar dan ku masukan ke dalam nya, tiba-tiba tubuh lusuh yang dibalut baju tanpa parfum rebah dipangkuanku sambil menciumi tangan ku, ia menangis: “…..terima kasih, terima kasih, bapak memberinya terlalu banyak” Berulang-ulang ia ucapkan. Aku terkejut tak menyangka kalau dengan memberi uang pecahan 20.000-an tanganku akan diciumi seperti itu. Aku risih berpasang mata memandangiku, aku juga risih baju lusuh tanpa parfum yang ia pakai membuat pernafasanku sesak. Ah…..begitu mulianya wanita tersebut yang ikhlas menciumi tanganku dengan pemberian selebar uang 20.000-an, sedang anak-anakku walau dengan pecahan 100.000-an terkadang lupa mengucapkan terima kasih.
Pukul 07:00 pagi pesawat Sempati mendarat dengan mulus, tak ada yang menjemput kami di bandara. Kucari informasi dengan apa kiranya kami dapat ke kota setelah bus bandara kulihat telah penuh. Seseorang menghapiriku sambil memperlihatkan mobil kijang berwarna biru. Sepakat harga, kami pun meluncur ke kota , ke hotel yang ku ingini.
Sepanjang jalan kenangan, tahun-tahun yang dulu penuh kedamaian terlalui dengan cepat seiring lajunya mobil kijang yang membawa kami ke arah kota .
Sesampainya di hotel, perut yang diganjal oleh segelas aqua dan sebungkus kecil biskuat oleh pramugari, mulai gelisah. Aku bawa anak-anak dan istri ke luar hotel untuk sarapan.
Sambil menunggu pesanan nasi lemak dan teh manis yang belum terhidang, ku plototi anak-anakku yang mulai mengoceh mempergunakan bahasa asing. Aku tidak mau kedatangan kami akan menjadi boomerang. Perselisihan memang sudah mereda, namun siapa tahu bara kebencian masih ada tertanam pada orang-orang tertentu yang tidak dikenal yang akan menilai lain akan kedatangan kami. Bumi negeriku yang indah, yang tercabik-cabik oleh berbagai cobaan. Cobaan-cobaan anugerah dari Yang Maha Kuasa.
Sedang nikmatnya merasakan lezatnya nasi lemak dengan dendeng sapi khas produk local, datang seorang ibu menghampiriku dengan berucap:” Berilah kami sedekah, nak !”
Ku berikan pecahan 20.000-an, lalu diciuminya tanganku: “Terima kasih nak, terima kasih “. Ucapnya berulang kali.
Cepat-cepat kutarik tanganku, aku khawatir adegan tersebut akan mengundang perhatian orang-orang yang sedang sarapan di meja lain. Ah…..begitu mulianya ibu tersebut yang ikhlas menciumi tanganku dengan pemberian selebar uang 20.000-an, sedang anak-anakku walau dengan pecahan 100.000-an terkadang lupa mengucapkan terima kasih".
Hal jazaa ul ihsaani iilal ihsaan
Fa bi ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadzdzibaan (55:60-61)
Riv@
22 November 2007 00:43 |
WANITA SUFI ITU BERNAMA RABI'ATUL ADAWIYAH
Rabiah adalah salah satu tokoh sufi wanita pada zamannya,beliau dilahirkan di kota Basrah tahun 95 hijriyah,dan putri ke 4 dari seorang lelaki bernama,Ismail Adawiyah.Beliau hidup dalam kemiskinan dan lingkungan yang serba kurang bahkan ketika Rabiah lahir lampu untuk menerangi saat kelahirannyapun tidak ada. Rabiah yang lahir dalam keadaan miskin tapi kaya akan iman dan peribadatan kepada Allah. Ayahnya hanya seorang yang bekerja mengangkut penumpang menyeberangi Sungai Dijlah dengan menggunakan sampan. Pada akhir kurun pertama Hijrah, keadaan hidup masyarakat Islam dalam pemerintahan Bani Umaiyah yang sebelumnya terkenal dengan ketaqwaan mulai berubah. Pergaulan semakin bebas dan orang ramai berlomba-lomba mencari kekayaan. Sebab itu kejahatan dan maksiat tersebar luas.
Pekerjaan menyanyi, menari dan berhibur semakin diagung-agungkan. Maka ketajaman iman mulai tumpul dan zaman hidup wara’ serta zuhud hampir lenyap sama sekali. Namun begitu, Allah telah memelihara sebahagian kaum Muslimin agar tidak terjerumus ke dalam fitnah tersebut. Pada masa itulah muncul satu gerakan baru yang dinamakan Tasawuf Islami yang dipimpin oleh Hasan al-Bashri. Pengikutnya terdiri daripada lelaki dan wanita. Mereka menghabiskan waktu dan tenaga untuk mendidik jiwa dan rohani mengatasi segala tuntutan hawa nafu demi mendekatkan diri kepada Allah sebagai hamba yang benar-benar taat. Ayahanda Rabi’ah merupakan hamba yang sangat taat dan taqwa,hidup jauh dari kemewahan dunia dan tidak pernah berhenti bersyukur kepada Allah. Beliau mendidik anak perempuannya menjadi muslimah yang berjiwa bersih. Pendidikan yang diberikannya bersumberkan al-Quran semata-mata. Natijahnya Rabi’ah sendiri begitu gemar membaca dan menghayati isi al-Quran sehigga berhasil menghafal kandungan al-Quran.
Sejak kecil Rabi’ah sudah berjiwa halus, mempunyai keyakinan yang tinggi serta keimanan yang mendalam. Memasuki masa kedewasaannya, kehidupannya menjadi serba sempit,dan semakin sulit setelah beliau ditinggal ayah dan ibunya,dipanggil Allah. Dan ujian2 lain yang menguji keteguhan imannya,sampai dia sanggup,untuk menjadi
hamba sahaya dari seorang kaya raya pada zaman itu,dan ini terjadi karena penderitaan kemiskinan yang dideritanya.Cobaan demi cobaan dilalui Rabiah dalam menjalani hidupnya yang sarat akan penderitaan dan karena beliau pinter memainkan alat musik,maka majikannya semakin menjadikannya sumber mencari uang dengan keahlian yang dimiliki Rabiah.
Dalam keadaan hidup yang keras dan serba terkekang sebagai hamba sahaya,membuat Rabiah mendekatkan diri kepada Allah,dan selalu menyempatkan waktunya yang luang untuk terus bermohon kepada Allah,baik pagi maupun petang,malam dan siang. Amalannya tidak hanya sebatas berdoa saja tapi sepanjang hari dan sepanjang ada waktu dia senantiasa selalu berzikir dan berdoa,dan selalu melaksanakan amalan2 sunat lainnya dan saat melakukan sholat sepanjangn sholat airmatanya selalu membasahi sajadahnya,air mata kerinduan kepada Allah sang Khaliq yang di rinduinya.Ada riwayat yang mengatakan beliau telah terjebak dalam dunia maksiat. Namun dengan limpah hidayah Allah, dengan dasar keimanan yang kuat dan belum padam di hatinya, dia dipermudahkan oleh Allah untuk kembali bertaubat. Saat2 taubat inilah yang mungkin dapat menyadarkan serta mendorong hati bagaimana merasai cara berkomunikasi yang baik antara seorang hamba rabiah dengan sang Khaliq Allah swt dan selayaknya seorang hamba bergantung harapan kepada belas ihsan Rabbnya.
Kecintaan Rabiah kepada Allah mengalahkan hidup dan kecintaannya kepada dunia dan isinya,hari2 nya habis untuk berkomunikasi dengan Allah betapa dia merasa dirinya adalah milik Allah hingga ada beberapa pemuda ingin melamarnya di tolaknya dengan halus.
Beliau selalu berbicara dengan Allah seolah2 dekat sekali dengan Allah dengan bahasa2 yang indah dah doa2 yang sangat menusuk hati dan kata pujian seperti layaknya kerinduan seseorang kepada kekasih hatinya.Salah satu kata2 Rabiah ketika ber munajat sambil air matanya mengalir.
Kekasihku tiada menyamai kekasih lain biar bagaimanapun, Tiada selain Dia di dalam hatiku mempunyai tempat manapun, Kekasihku ghaib daripada penglihatanku dan peribadiku sekalipun, Akan tetapi Dia tidak pernah ghaib di dalam hatiku walau sedetik pun.”
Ya Tuhanku!
Tenggelamkanlah aku di dalam kecintaan-Mu
supaya tiada suatupun yang dapat
memalingkan aku daripada-Mu.”
Rabiah banyak menolak lamaran yang datang kepada nya
dengan inilah alasannya: “Perkawinan itu memang perlu bagi siapa yang mempunyai pilihan. Adapun aku tiada mempunyai pilihan untuk diriku. Aku adalah milik Tuhanku dan di bawah perintah-Nya. Aku tidak mempunyai apa-apa pun.” Rabi’ah seolah-olah tidak mengenali yang lain daripada Allah. Oleh itu dia terus-menerus mencintai Allah semata- mata. Dia tidak mempunyai tujuan lain kecuali untuk mencapai keridhaan Allah. Rabi’ah telah mematikan akalnya, pemikirannya dan perasaannya hanya kepada akhirat semata-mata.
Selam 30 tahun selalu doa ini yang senantiasa di ulang2 ketiak dalam sholatnya “Ya Tuhanku!
Tenggelamkanlah aku di dalam kecintaan-Mu
supaya tiada suatupun yang dapat
memalingkan aku daripada-Mu.”
Antara syairnya yang masyhur berbunyi:
“Kekasihku tiada menyamai kekasih lain biar bagaimanapun, Tiada selain Dia di dalam hatiku mempunyai tempat manapun, Kekasihku ghaib daripada penglihatanku dan peribadiku sekalipun, Akan tetapi Dia tidak pernah ghaib di dalam hatiku walau sedetik pun.”
Rabi’ah sangat luar biasa di dalam mencintai Allah. Dia menjadikan kecintaan pada Ilahi itu sebagai satu cara untuk membersihkan hati dan jiwa. Dia memulaikan pemahamannya tentang sufinya dengan menanamkan rasa takut dari murka Allah seperti yang pernah ungkapkannya dalam doa2nya
“Wahai Tuhanku!
Apakah Engkau akan membakar
dengan api hati yang mencintai-Mu
dan lisan yang menyebut- Mu dan
hamba yang takut kepada-Mu?”
Kecintaan Rabi’ah kepada Allah bukan karena pengharapan untuk beroleh syurga Allah semata-mata,tapi sudah menjadi kewajiban baginya
“Jika aku menyembah-Mu kerana takut daripada api neraka-Mu maka bakarlah aku di dalamnya! Dan jika aku menyembah-Mu kerana mengharap syurgaMu maka jauhkan aku dari syurgaMu ! Tetapi jika aku menyembah- Mu kerana kecintaanku kepada-Mu maka berikanlah aku balasan yang besar, berilah aku melihat wajah-Mu yang Maha Besar dan Maha Mulia itu.”
Begitulah keadaan kehidupan Rabi’ah yang ditakdirkan Allah untuk diuji dengan keimanan serta kecintaan kepada- Nya. Rabi’ah meninggal dunia pada 135 Hijrah yaitu ketika usianya menjangkau 80 tahun. Moga-moga Allah meridhanya, amin.
Untuk itu mari kita merenung adakah kita sadar akan sebuah hakikat yang ada di sebut dalam surat al Imran ayat 142” Apakah kamu mengira bahawa kamu akan masuk syurga padahal belum nyata bagi Allah orang yang berjihad di antaramu dan belum nyata orang yang sabar.”
Bagaimana perasaan kita apabila orang yang kita kasihi menyinggung perasaan kita? Adakah kita terus berkecil hati dan meletakkan kesalahan kepada orang tesrbut? Tidakkah terpikir oleh kita untu merasakan dalam hati dan berdoa“Ya Allah! Ampunilah aku. Sesungguhnya hanya Engkau yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Hanya kasih-Mu yang abadi dan hanya hidup di sisi-Mu saja yang kekal. Selamatkanlah aku dari tipu daya yang mengasyikkan.”
Sesungguhnya hendaklah kecintaan kepada Allah benar2 dapat kita tanamkan kepada diri kita bukan hanya sekedar sholat dan puasa atau ibadah ritual lainnya tapi yakin kan diri semakin kita mengenal Allah dengan dekat maka semakin ingin kita bertemu dan akan ada kerinduan untuk bertemu sang Khaliq.
KUTIPAN :
Dari berbagai sumber.
Kisah perjalanan tokoh sufi terkemuka> Labib M
Rabiah adalah salah satu tokoh sufi wanita pada zamannya,beliau dilahirkan di kota Basrah tahun 95 hijriyah,dan putri ke 4 dari seorang lelaki bernama,Ismail Adawiyah.Beliau hidup dalam kemiskinan dan lingkungan yang serba kurang bahkan ketika Rabiah lahir lampu untuk menerangi saat kelahirannyapun tidak ada. Rabiah yang lahir dalam keadaan miskin tapi kaya akan iman dan peribadatan kepada Allah. Ayahnya hanya seorang yang bekerja mengangkut penumpang menyeberangi Sungai Dijlah dengan menggunakan sampan. Pada akhir kurun pertama Hijrah, keadaan hidup masyarakat Islam dalam pemerintahan Bani Umaiyah yang sebelumnya terkenal dengan ketaqwaan mulai berubah. Pergaulan semakin bebas dan orang ramai berlomba-lomba mencari kekayaan. Sebab itu kejahatan dan maksiat tersebar luas.
Pekerjaan menyanyi, menari dan berhibur semakin diagung-agungkan. Maka ketajaman iman mulai tumpul dan zaman hidup wara’ serta zuhud hampir lenyap sama sekali. Namun begitu, Allah telah memelihara sebahagian kaum Muslimin agar tidak terjerumus ke dalam fitnah tersebut. Pada masa itulah muncul satu gerakan baru yang dinamakan Tasawuf Islami yang dipimpin oleh Hasan al-Bashri. Pengikutnya terdiri daripada lelaki dan wanita. Mereka menghabiskan waktu dan tenaga untuk mendidik jiwa dan rohani mengatasi segala tuntutan hawa nafu demi mendekatkan diri kepada Allah sebagai hamba yang benar-benar taat. Ayahanda Rabi’ah merupakan hamba yang sangat taat dan taqwa,hidup jauh dari kemewahan dunia dan tidak pernah berhenti bersyukur kepada Allah. Beliau mendidik anak perempuannya menjadi muslimah yang berjiwa bersih. Pendidikan yang diberikannya bersumberkan al-Quran semata-mata. Natijahnya Rabi’ah sendiri begitu gemar membaca dan menghayati isi al-Quran sehigga berhasil menghafal kandungan al-Quran.
Sejak kecil Rabi’ah sudah berjiwa halus, mempunyai keyakinan yang tinggi serta keimanan yang mendalam. Memasuki masa kedewasaannya, kehidupannya menjadi serba sempit,dan semakin sulit setelah beliau ditinggal ayah dan ibunya,dipanggil Allah. Dan ujian2 lain yang menguji keteguhan imannya,sampai dia sanggup,untuk menjadi
hamba sahaya dari seorang kaya raya pada zaman itu,dan ini terjadi karena penderitaan kemiskinan yang dideritanya.Cobaan demi cobaan dilalui Rabiah dalam menjalani hidupnya yang sarat akan penderitaan dan karena beliau pinter memainkan alat musik,maka majikannya semakin menjadikannya sumber mencari uang dengan keahlian yang dimiliki Rabiah.
Dalam keadaan hidup yang keras dan serba terkekang sebagai hamba sahaya,membuat Rabiah mendekatkan diri kepada Allah,dan selalu menyempatkan waktunya yang luang untuk terus bermohon kepada Allah,baik pagi maupun petang,malam dan siang. Amalannya tidak hanya sebatas berdoa saja tapi sepanjang hari dan sepanjang ada waktu dia senantiasa selalu berzikir dan berdoa,dan selalu melaksanakan amalan2 sunat lainnya dan saat melakukan sholat sepanjangn sholat airmatanya selalu membasahi sajadahnya,air mata kerinduan kepada Allah sang Khaliq yang di rinduinya.Ada riwayat yang mengatakan beliau telah terjebak dalam dunia maksiat. Namun dengan limpah hidayah Allah, dengan dasar keimanan yang kuat dan belum padam di hatinya, dia dipermudahkan oleh Allah untuk kembali bertaubat. Saat2 taubat inilah yang mungkin dapat menyadarkan serta mendorong hati bagaimana merasai cara berkomunikasi yang baik antara seorang hamba rabiah dengan sang Khaliq Allah swt dan selayaknya seorang hamba bergantung harapan kepada belas ihsan Rabbnya.
Kecintaan Rabiah kepada Allah mengalahkan hidup dan kecintaannya kepada dunia dan isinya,hari2 nya habis untuk berkomunikasi dengan Allah betapa dia merasa dirinya adalah milik Allah hingga ada beberapa pemuda ingin melamarnya di tolaknya dengan halus.
Beliau selalu berbicara dengan Allah seolah2 dekat sekali dengan Allah dengan bahasa2 yang indah dah doa2 yang sangat menusuk hati dan kata pujian seperti layaknya kerinduan seseorang kepada kekasih hatinya.Salah satu kata2 Rabiah ketika ber munajat sambil air matanya mengalir.
Kekasihku tiada menyamai kekasih lain biar bagaimanapun, Tiada selain Dia di dalam hatiku mempunyai tempat manapun, Kekasihku ghaib daripada penglihatanku dan peribadiku sekalipun, Akan tetapi Dia tidak pernah ghaib di dalam hatiku walau sedetik pun.”
Ya Tuhanku!
Tenggelamkanlah aku di dalam kecintaan-Mu
supaya tiada suatupun yang dapat
memalingkan aku daripada-Mu.”
Rabiah banyak menolak lamaran yang datang kepada nya
dengan inilah alasannya: “Perkawinan itu memang perlu bagi siapa yang mempunyai pilihan. Adapun aku tiada mempunyai pilihan untuk diriku. Aku adalah milik Tuhanku dan di bawah perintah-Nya. Aku tidak mempunyai apa-apa pun.” Rabi’ah seolah-olah tidak mengenali yang lain daripada Allah. Oleh itu dia terus-menerus mencintai Allah semata- mata. Dia tidak mempunyai tujuan lain kecuali untuk mencapai keridhaan Allah. Rabi’ah telah mematikan akalnya, pemikirannya dan perasaannya hanya kepada akhirat semata-mata.
Selam 30 tahun selalu doa ini yang senantiasa di ulang2 ketiak dalam sholatnya “Ya Tuhanku!
Tenggelamkanlah aku di dalam kecintaan-Mu
supaya tiada suatupun yang dapat
memalingkan aku daripada-Mu.”
Antara syairnya yang masyhur berbunyi:
“Kekasihku tiada menyamai kekasih lain biar bagaimanapun, Tiada selain Dia di dalam hatiku mempunyai tempat manapun, Kekasihku ghaib daripada penglihatanku dan peribadiku sekalipun, Akan tetapi Dia tidak pernah ghaib di dalam hatiku walau sedetik pun.”
Rabi’ah sangat luar biasa di dalam mencintai Allah. Dia menjadikan kecintaan pada Ilahi itu sebagai satu cara untuk membersihkan hati dan jiwa. Dia memulaikan pemahamannya tentang sufinya dengan menanamkan rasa takut dari murka Allah seperti yang pernah ungkapkannya dalam doa2nya
“Wahai Tuhanku!
Apakah Engkau akan membakar
dengan api hati yang mencintai-Mu
dan lisan yang menyebut- Mu dan
hamba yang takut kepada-Mu?”
Kecintaan Rabi’ah kepada Allah bukan karena pengharapan untuk beroleh syurga Allah semata-mata,tapi sudah menjadi kewajiban baginya
“Jika aku menyembah-Mu kerana takut daripada api neraka-Mu maka bakarlah aku di dalamnya! Dan jika aku menyembah-Mu kerana mengharap syurgaMu maka jauhkan aku dari syurgaMu ! Tetapi jika aku menyembah- Mu kerana kecintaanku kepada-Mu maka berikanlah aku balasan yang besar, berilah aku melihat wajah-Mu yang Maha Besar dan Maha Mulia itu.”
Begitulah keadaan kehidupan Rabi’ah yang ditakdirkan Allah untuk diuji dengan keimanan serta kecintaan kepada- Nya. Rabi’ah meninggal dunia pada 135 Hijrah yaitu ketika usianya menjangkau 80 tahun. Moga-moga Allah meridhanya, amin.
Untuk itu mari kita merenung adakah kita sadar akan sebuah hakikat yang ada di sebut dalam surat al Imran ayat 142” Apakah kamu mengira bahawa kamu akan masuk syurga padahal belum nyata bagi Allah orang yang berjihad di antaramu dan belum nyata orang yang sabar.”
Bagaimana perasaan kita apabila orang yang kita kasihi menyinggung perasaan kita? Adakah kita terus berkecil hati dan meletakkan kesalahan kepada orang tesrbut? Tidakkah terpikir oleh kita untu merasakan dalam hati dan berdoa“Ya Allah! Ampunilah aku. Sesungguhnya hanya Engkau yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Hanya kasih-Mu yang abadi dan hanya hidup di sisi-Mu saja yang kekal. Selamatkanlah aku dari tipu daya yang mengasyikkan.”
Sesungguhnya hendaklah kecintaan kepada Allah benar2 dapat kita tanamkan kepada diri kita bukan hanya sekedar sholat dan puasa atau ibadah ritual lainnya tapi yakin kan diri semakin kita mengenal Allah dengan dekat maka semakin ingin kita bertemu dan akan ada kerinduan untuk bertemu sang Khaliq.
KUTIPAN :
Dari berbagai sumber.
Kisah perjalanan tokoh sufi terkemuka> Labib M
RiV@
17 November 2007 01:42 |
“ Sesungguhnya seseorang terus menjauh dari khatib dia akan diakhirkan masuk ke dalam surga.”
Biarlah aku mendapat giliran yang terakhir untuk kali ini. Ku akui hari ini aku lalai akan waktu, tak kusadari bahwa disetiap bulan Ramadhan mesjid lebih cepat penuh, sehingga terpaksa aku duduk seperti ini, di shaf terakhir disamping pintu yang bahuku terus dihempas daun pintu dikala orang-orang masuk. “ Kenapa kamu tidak ke shaf depan dengan sedikit melangkahi orang-orang yang duduk ?” hatiku berbisik. “ Oh..tidak tidak. “ bisik hatiku lagi. Aku teringat sebuah hadist : Dari Abdullah ibnu Busr bahwa seorang lelaki yang datang kepada Rasulullah saw pada hari Jum’at melangkahi pundak orang-orang, padahal pada waktu itu Nabi saw sedang menyampaikan khutbah. Lantas dia bersabda: “Duduklah ! Sungguh kamu telah menyakiti orang lain dan padahal kamu datang terlambat.” ( Al Nasaa’i, Abu Dawud, Al Hakim, Ibnu Hibban, Al Baihaqi, Ibnu Khuzaimah )
Semua berdiri pada saat iqamah dilantunkan mu’azzin, pintu berderit-derit ditolak oleh orang-orang yang berusaha untuk masuk kedalam. Imam sudah mulai membaca surah Al Fatihah, sedangkan aku belum mendapatkan posisi untuk masuk dalam shaf, bisa saja kupaksakan tubuh ini masuk dengan menggeser anak-anak yang masih sikut-sikutan didalam shaf, tapi aku tak mau menzhalimi mereka. Akhirnya aku keluar dan diikuti oleh beberapa anak-anak, shalat di halaman mesjid, disebelah toilet. Ahhh…ternyata surga itu sulit, terutama di bulan Ramadhan.
Biarlah aku mendapat giliran yang terakhir untuk kali ini. Ku akui hari ini aku lalai akan waktu, tak kusadari bahwa disetiap bulan Ramadhan mesjid lebih cepat penuh, sehingga terpaksa aku duduk seperti ini, di shaf terakhir disamping pintu yang bahuku terus dihempas daun pintu dikala orang-orang masuk. “ Kenapa kamu tidak ke shaf depan dengan sedikit melangkahi orang-orang yang duduk ?” hatiku berbisik. “ Oh..tidak tidak. “ bisik hatiku lagi. Aku teringat sebuah hadist : Dari Abdullah ibnu Busr bahwa seorang lelaki yang datang kepada Rasulullah saw pada hari Jum’at melangkahi pundak orang-orang, padahal pada waktu itu Nabi saw sedang menyampaikan khutbah. Lantas dia bersabda: “Duduklah ! Sungguh kamu telah menyakiti orang lain dan padahal kamu datang terlambat.” ( Al Nasaa’i, Abu Dawud, Al Hakim, Ibnu Hibban, Al Baihaqi, Ibnu Khuzaimah )
Semua berdiri pada saat iqamah dilantunkan mu’azzin, pintu berderit-derit ditolak oleh orang-orang yang berusaha untuk masuk kedalam. Imam sudah mulai membaca surah Al Fatihah, sedangkan aku belum mendapatkan posisi untuk masuk dalam shaf, bisa saja kupaksakan tubuh ini masuk dengan menggeser anak-anak yang masih sikut-sikutan didalam shaf, tapi aku tak mau menzhalimi mereka. Akhirnya aku keluar dan diikuti oleh beberapa anak-anak, shalat di halaman mesjid, disebelah toilet. Ahhh…ternyata surga itu sulit, terutama di bulan Ramadhan.
Riv@
17 November 2007 01:41 |
SULITNYA KESURGA
Apabila hari Jum’at, malaikat akan berhenti dipintu masjid untuk menulis orang yang datang paling awal dan yang paling akhir. Perumpamaan orang yang datang pagi-pagi sekali pada hari Jum’at adalah seperti orang yang berkorban dengan seekor unta, kemudian seperti orang yang berkorban dengan seekor sapi, kemudian seekor kambing, kemudian seekor ayam, kemudian sebutir telur. Jika imam telah naik mimbar para malaikat akan menutup buku catatan mereka untuk mendengarkan khutbah ( Bukhari, Muslim )
Dari kejauhan terdengar kutbah Jum’at telah dimulai. “Aduh…hilang daftar hadir Jum’at kali ini .“ kata hatiku. Langkah ku percepat untuk mengejar shalat tahyatul masjid. Namun begitu pintu masjid ku buka, didalam telah penuh. Jangankan untuk shalat sunnat, untuk duduk juga terlalu sempit. Aku duduk di balik pintu dengan menekuk kedua lututku sambil mendengar khutbah dan menghitung orang yang terus memaksa masuk menuju ke shaf yang depan. Mungkin mereka tetap berpedoman akan sabda Rasulullah saw
Apabila hari Jum’at, malaikat akan berhenti dipintu masjid untuk menulis orang yang datang paling awal dan yang paling akhir. Perumpamaan orang yang datang pagi-pagi sekali pada hari Jum’at adalah seperti orang yang berkorban dengan seekor unta, kemudian seperti orang yang berkorban dengan seekor sapi, kemudian seekor kambing, kemudian seekor ayam, kemudian sebutir telur. Jika imam telah naik mimbar para malaikat akan menutup buku catatan mereka untuk mendengarkan khutbah ( Bukhari, Muslim )
Dari kejauhan terdengar kutbah Jum’at telah dimulai. “Aduh…hilang daftar hadir Jum’at kali ini .“ kata hatiku. Langkah ku percepat untuk mengejar shalat tahyatul masjid. Namun begitu pintu masjid ku buka, didalam telah penuh. Jangankan untuk shalat sunnat, untuk duduk juga terlalu sempit. Aku duduk di balik pintu dengan menekuk kedua lututku sambil mendengar khutbah dan menghitung orang yang terus memaksa masuk menuju ke shaf yang depan. Mungkin mereka tetap berpedoman akan sabda Rasulullah saw
Riv@
17 November 2007 01:26 |
Assalamualaikum wr wb,
Pa kabar semuanya,......
........................
WWW@riV@
Pa kabar semuanya,......
........................
WWW@riV@
864
guestbook entries
'alaikum salam warahmatullahi wabarokatuh
Akhi, niatkan kuliah itu untuk mencari ilmu dan mencari ridha Allah. Karena mencari ilmu itu wajib. Jika niat kita baik, insya Allah pertolongan Allah akan datang.
Pekerjaan itu hanya berupa bonus jika Allah telah meridhai niat dan usaha kita untuk menuntut ilmu.
Jika Allah swt ingin memberi pertolongan secara cepat kepada hamba-Nya, maka hamba-Nya itu akan diberi ilmu.
Wallahu 'alam.
Semoga bermanfaat.