Majalah Shaff
200807_Shaff
Kalam Utama: Wawancara Eksklusif dengan Palgunadi T. Setyawan | Kalam Utama: Wawancara Eksklusif dengan Palgunadi T. Setyawan |
|
| Wednesday, 25 June 2008 | |
TAWADHU CERMINAN KEDEWASAANWawancara Eksklusif dengan Palgunadi T. Setyawan
TMC (Tim Media Center): Pak Pal, bulan Juni tahun ini Daarut Tauhiid Jakarta berusia 9 tahun. Bagaimana kesan bapak dengan hal ini? Pak Pal: Subhanallah, tidak terasa ya. Itulah bukti bahwa segala hal kalau dikerjakan dengan nyaman, menikmati akan selalu terasa seolah-olah baru sebentar, demikian juga khidmat Daarut Tauhiid Jakarta. Terasa baru sebentar padahal sudah 9 tahun. Usia setara kita lulus SD kemudian melanjutkan ke SMP dan lulus. Sehingga kata kunci menikmati ini menjadi titik temu dari rangkain omongan saya tadi. TMC: Bapak, kalau boleh diceritakan apa sih yang menginspirasi sehingga Bapak bersama beberapa orang 9 tahun lalu tergerak untuk merintis dan mewujudkan aktivitas dt jakarta ? Pak Pal: Inspirasinya tentunya dari DT Bandung, khususnya pengajian Aa malam Jum’at maupun hari Ahad. Saya merasakan manfaat yang Alhamdulillah membuat saya lebih mensyukuri nikmat Allah sehingga saya berfikir mengapa hal baik ini tidak kita bagi atau syiarkan di Jakarta. TMC: Pada milad ke-9 ini Daarut Tauhiid Jakarta mengangkat tema menjadi dewasa adalah pilihan, bagaimana pesan bapak tentang kedewasaan ini? Pak Pal: Organisasi yang dewasa hanya bisa terwujud jika pengurus dan anggotanya dewasa. Dewasa adalah kemampuan untuk dinamis menyesuaikan diri dengan keadaan hari ini. Dewasa artinya terus berbuat mengaktualisasikan diri kita sesuai dengan masa dimana kita sedang berada. Dewasa adalah khoirum min amsihi, kita lebih baik dari sebelumnya selalu. TMC: Apa yang harus kita lakukan sebagai wujud konkrit? Pak Pal: Tidak ada pilihan kalau kita ingin menjadi dewasa adalah kita harus senantiasa mensyukuri keadaan. Bagaimana wujud syukur itu, ya dengan mengerjakan sesuatu serba terbaik. Karena Baginda Nabi tidak pernah mencontohkan amal baik. Namun baginda memberi contoh semuanya terbaik. Excelent! TMC: Bapak, seringkali aktualisasi diri terbaik ini sering terbentur dengan rezeki yang belum melimpah, keuangan seret dan aneka hambatan lainya. Bagaimana ini menurut Bapak? Pak Pal: Rezeki kita itu berbanding lurus dengan akhlak kita. Ahlak kita cerminan perilaku kita, perilaku kita refleksi dari fikiran kita, fikiran kita adalah rekaman dari kebiasaan kita. Maka Daarut Tauhiid punya tujuh kebiasaan yang terangkum dalam 7T. Maka istiqomahlah dalam membiasakan 7T ini maka insya Allah ahlak kita akan baik. Jik a ahlak kita baik maka pada saat yang sama rezeki akan melimpah. (Pak Pal mengutip Surat At Thalaq 2-3) TMC: Bapak tadi menyebut 7T boleh kah bapak jelaskan kembali kembali kepada kami? Pak Pal : Tenang, terencana, terampil, tertib, tekun, tegar dan tawadhu (7T) Tawadhu adalah kata kunci kedewasaan. Sukses ya selamat berjuang untuk sahabat-sahabat seperjuangan. — Kang Rosyidin — |
| < Prev | Next > |
|---|

Dalam rangakaian tahadus bini'mah milad ke-9 ini Team Media Center mengadakan wawancara khusus dengan Bapak Palgunadi T. Setyawan yang sangat akrab disapa Pak Pal. Beliau adalah salah satu penggagas sekaligus pendiri serta Ketua Yayasan Daarut Tauhiid Jakarta yang pertama. Pak Pal adalah rujukan utama pengamalan nilai-nilai Manajemen Qolbu, karena jika kita akan mencari suri tauladan atas rumus atau budaya Daarut Tauhiid yang menjadi tema-tema ceramah Aa gym beliaulah perwujudan sosoknya. Pak pal adalah pribadi yang termasuk konglomerat pengalaman, karena hingga hari ini mungkin beliaulah orang yang paling banyak memasuki masa pensiun.