Berita
Wawancara Tokoh: "Sambut Ramadhan 1430 H" | Wawancara Tokoh: "Sambut Ramadhan 1430 H" |
|
| Tuesday, 30 June 2009 | |
|
Mengenai Ramadhan, menurut Bapak adakah kemungkinan bahwa setelah Ramadhan tidak hanya orang dapat menjadi lebih baik, tetapi ada juga orang menjadi lebih buruk?
Kalau kita mengatakan lebih buruk presepsi orang kan akan negatif terhadap Ramadhan, kalau orang itu lebih buruk berarti orang itu yang tidak puasa. Kalau orang yang puasa dengan baik dan benar pasti baik dan akan menjadi lebih baik. Di dalam al-Quran ”la ’allakum tattaquun” supaya kita menjadi bertambah kualitasnya ketakwaanya. Jadi saya yakin kalau orang menjadi lebih buruk memang orang itu tidak berpuasa. Jadi jangan salahkan puasa dan jangan salahkan Ramadhan. Nah orangnya Apa yang sebaiknya kita persiapkan dalam menyambut Ramadhan yang sebentar lagi tiba, agar kita tidak menjadi orang yang lebih buruk seusai ramadhan?
Pertama adalah kita harus mempersiapkan qolbu (hati) kita, pikiran kita, kita harus bersyukur kepada Allah diberikan umur, diberikan kesempatan bertemu bulan Ramadhan. Jadi memang hati kita harus dibuka agar tidak terhambat dengan urusan-urusan duniawi. Kemudian yang kedua memang harus ada program. Program khusus yang akan kita lakukan di bulan Ramadhan, jadi buatlah program harian. Hari pertama misalnya, kita ingin membaca berapa ayat. Begitu pula hari kedua, ketiga, dan seterusnya. Kemudia bagaimana acara bersama keluarga. Semua itu memang harusnya dipersiapkan dengan baik. Tanpa adanya persiapan-persiapan, Ramadhan akan berlalu begitu saja dan tidak maksimal.
Beralih ke zakat, Apa saja keutamaan dari zakat?
Keutamaan zakat itu banyak, terutama itu sebagai bukti tanda kesyukuran kita kepada Allah, yang kedua bukti kepedulian kita kepada kaum dhuafa, kaum yang lemah karena memang zakat itu untuk mereka. Seperti digambarkan dalam surat at-Taubah dalam ayat 60. Kemudian yang ketiga, zakat itu akan memberikan ketenangan. Ketenangan batin dan kejernihan pikiran bisa dirasakan oleh orang-orang yang membiasakan diri berzakat. Hal itu diungkapkan dalam surat at-Taubah 103. Kemudian juga harta akan berkembang dan tidak akan berkurang jumlahnya. Secara eksplisit diterangkan dalam surat ar-Ruum ayat 39. Zakat juga merupakan usaha penggalian potensi bagi pembangunan ummat. Jadi jika zakat itu dikumpulkan dengan baik kemudian diserahkan kepada lembaga pengelola yang amanah, transparan dan bertanggung jawab, saya yakin banyak masalah yang dapat diselesaikan oleh umat Islam.
Bagaimana sebenarnya potensi zakat di Indonesia?
Potensi zakat sangat banyak sebenarnya. Jika menurut penelitian sekitar Rp 19.3 triliun setiap tahun. Tugas kita adalah menggali potensi itu menjadi sebuah realitas.
Kenapa harus ada berbagai lembaga pengumpul zakat? Tidak disatukan saja dalam satu atap?
Iya, memang idealnya satu. Tapi untuk kondisi saat ini berat jika hanya satu atap. Realitasnya memang menunjukkan begitu. Tetapi yang penting, menurut saya lembaga-lembaga itu bisa saling berkoordinasi. Berkoordinasi dalam program misalnya. Jangan masing-masing jalan. Yang kedua berkoordinasi di dalam iklan misalnya. Pemberitahuan kepada masyarakat menjadi lebih murah ketimbang, setiap lembaga melakukannya sendiri. Kemudian pelatihan-pelatihan dilakukan secara bersama-sama. Itulah upaya-upaya kita untuk mensinergikan lembaga-lembaga yang ada.
Di Daarut Tauhiid sendiri mempunyai DPU-DT. Adakah saran dari Bapak kepada pengurus zakat di DPU-DT pada khususnya dan lembaga-lembaga lain pada umumnya?
Pertama, zakat ini sesungguhnya berkaitan dengan kepercayaan. Tumbuhkan kepercayaan masyarakat melalui transparansi. Baik transparansi di dalam penghimpunan maupun transparansi di dalam pendayagunaan. Dan harus terbuka, jadi masyarakat terutama muzakki mempunyai akses yang jelas terhadap lembaga zakat yang ada. Yang kedua, harus dikelola dengan amanah dan profesional. Tidak boleh ada lagi pengurus LAZ atau BAZ yang asal-asalan, tidak punya komitmen, tidak punya waktu. Yang ketiga punya kemampuan untuk me-manage zakat dengan baik. Dan yang keempat punya pengetahuan yang baik tentang zakat.
Harapan Bapak tentang zakat di Indonesia?
Pertama, saya mengharap masyarakat menyadari betul bahwa zakat itu sangat penting untuk membangun masyarakat. Yang kedua pemerintah seharusnya mendukung zakat dengan sebaik-baiknya. Dan harus menyadari bahwa zakat adalah salah satu tool atau alat yang telah pernah berhasil dalam mensejahterakan masyarakat.
|
| < Prev | Next > |
|---|


