Sahabat, kabar gembira datang dari Adzkia Islamic School (AIS), salah satu sekolah di bawah naungan Dompet Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhiid Jakarta yang terletak di Jl. Sukamulya 5 No. 1, Serua Indah, Ciputat, Tangerang Selatan. Setelah hampir lima tahun berdiri, akhirnya sekolah ini meraih Akreditasi B dari Dinas Pendidikan setempat pada 22 September 2011. M. Ihsan selaku Kepala Sekolah SMA AIS menyatakan kalau pihaknya merasa sangat surprise dengan keluarnya tingkat akreditasi ini. “Awalnya perkiraan awal kami itu dapat C, tapi ternyata bisa dapat B,” ungkapnya.
Waktu yang ditempuh SMA AIS untuk mendapatkan sertifikat ini bisa dibilang standar, sekitar tiga bulan. Segala persyaratan yang sudah ditetapkan pun dilengkapi, termasuk memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP), lengkapnya sarana dan prasarana, melaksanakan kurikulum nasional dan sebagainya.
Dengan penilaian mutu dan kelayakan institusi pendidikan ini, Ihsan menjelaskan banyak sekali kemudahan dan keuntungan yang bisa didapat AIS, seperti diakui secara resmi berada di bawah Departemen Pendidikan Nasional. “Kami juga bisa mengadakan ujian nasional sendiri. Kalau tahun lalu kan masih gabung dengan sekolah lain. Lalu masalah perijinan dan bantuan-bantuan kedinasan bisa lebih mudah kami dapatkan, termasuk bimbingan dari Dinas Pusat,” ucap Ihsan.
Ihsan juga menambahkan, target lainnya yang ingin dicapai SMA AIS setelah mengantongi akreditasi ini adalah bisa melaksanakan kegiatan pendidikan dengan jujur dan semaksimal mungkin sehingga bisa lulus 100%, bisa makin jauh lebih baik dan semakin berkualitas mulai dari tingkat kota sampai provinsi. “Kami juga ingin bisa melaksanakan pendidikan sesuai dengan standar nasional,” tambahnya.
Gratis, Asal Punya Motivasi
AIS adalah satu dari dua sekolah, SMP dan SMA, yang berdiri pada 23 Februari 2007. Sekolah ini hadir sebagai solusi anak negeri bagi yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk memperoleh pendidikan dalam bentuk 'pendidikan gratis bagi anak-anak kurang mampu'. Syaratnya sangat mudah, calon siswa (santri) harus mempunyai motivasi yang tinggi untuk belajar serta orang tua yang juga punya motivasi kuat untuk menyekolahkan anaknya.
Saat ini SMA AIS memiliki sekitar 180 santri laki-laki dan perempuan dari kaum dhuafa. Perbedaan sekolah ini dengan sekolah lainnya adalah AIS mengombinasikan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) serta Manajemen Qolbu, budaya kemandirian dan kepeloporan.
“Kalau sekolah lain muridnya hanya datang, belajar lalu pulang, di sini kami memulai masuk belajar dengan sholat Dhuha, tilawah dan kultum. Lalu kami juga punya agenda karya di mana para santri bisa mengembangkan minat dan potensi mereka seperti memasak, menjahit, bermusik, otomotif dan masih banyak lagi.
Bagi sahabat yang ingin menjadi orang tua asuh mereka, silahkan mendonasikan ke Nomor Rekening Bank Syariah MandiriB KPO Hasanuddin 001.002.9217 a.n. Yayasan Daarut Tauhiid Jakarta. Info lebih lanjut hubungi Tami di 0812 8124 8880 / 021 3232 3838 atau langsung lewat BlackBerry Messenger (PIN: 2F977C9).