Para santri Adzkia Islamic School (AIS) akan lebih semangat belajar karena saat ini di area sekolah mereka yang terletak di Jl. Sukamulya 5 No.1 Desa Dukuh Atas, Serua, Ciputat, Tangerang Selatan, sedang dibangun gedung laboratorium dan ruang kelas baru hasil dari waqaf donatur. Bangunan tersebut rencananya akan dibangun tiga lantai, dua lantai untuk kelas SMA dan satu lantai untuk laboratorium Komputer dan Bahasa, dengan masing-masing lantai seluas 63m2. “Insya Allah, di tahun ajaran 2013-2014 tahun depan, gedung ini sudah bisa dipakai,” ucap Poerwanto Barna, Ketua Badan Manajemen Waqaf Daarut Tauhiid Jakarta.
Ruang laboratorium yang sekarang ini ada di tempat yang sama dengan sekolah induk AIS memang sangat terbatas, hanya menampung sekitar 40 anak. Letaknya juga masih berada dalam perpustakaan. Sementara itu, SMA juga memang sedang membutuhkan ruangan baru karena adanya sistem pembagian jurusan. Tanah waqafnya sendiri sudah diberikan oleh salah satu donatur sejak 2005.
Selain AIS, aset wakaf yang ada saat ini yang di pergunakan untuk kegiatan kepesantrenan, perekonomian, dakwah dan sosial seluas ± 8.000 m2 di lokasi yang sama. Sahabat juga bisa berpatisipasi dalam bentuk barang atau uang yang bisa transfer ke Bank Syariah Mandiri, No. rek. 001.004.5033 dan Bank BNI Syariah: 009.154.1056 a/n Dompet Peduli Ummat.
“Muwakif bisa melakukan waqaf secara bersyarat dan tidak, tergantung kemauannya. Yang terpenting ikhlas mau menyerahkan hartanya tersebut untuk digunakan ummat, Insya Allah amalannya tidak akan terputus meskipun muwakif itu sudah meninggal dunia,” ujar Poerwanto.
Fasilitas Bagus Menunjang Belajar Siswa Untuk kegiatan belajar-mengajar siswa AIS ke depan, Poerwanto ingin mengembangkan konsep multimedia. Di antaranya dengan adanya alat bantu visual dan audio seperti clip on (mikrofon kecil yang bisa diselipkan di pakaian, lengkap dengan speaker-nya). “Apalagi kalau ditambah dengan fasilitas internet, Aa Gym akan bisa ikut mengisi materi, pelajaran atau tausyiah kapan saja. Jadi walaupun ini sekolah anak dhuafa, tapi kalau fasilitasnya bagus, Insya Allah hasilnya juga akan bagus dan mereka bisa belajar lebih semangat,” tambahnya.
Selain itu, di area AIS tersebut juga ada asrama untuk para santri SMA AIS. Asrama putri yang baru selesai dibangun pada awal 2012 ini dapat menampung sampai 100 siswa akhwat. “Kami memang lebih menekankan ke SMA karena SMA memerlukan pembinaan yang lebih intensif,” tutur Poerwanto.
[Feby] Add a comment
|