| "KAJIAN TAUHIID", Brsma: KH.Abdullah Gymnastiar |
|
Senin, 27 Feb 2012,Pk. 18.00-20.30 WIB di Masjid Baitul Ihsan-BI
|
021.7235255 |
Taman Qolbun Salim: “Bermain Sembari Menimba Ilmu” |
Seperti itulah sedikit rutinitas yang membuat Masjid DT Serua menjadi semarak. Tepatnya setelah Taman Qolbun Salim-setingkat TKA/TPA-resmi dibuka pada bulan Oktober 2008 lalu oleh Ust.Dadang S. selaku Korlap. Lingkungan Barokah - Pendayagunaan Daarut Tauhiid Jakarta. Taman Qolbun Salim atau yang akrab disebut TQS, adalah salah satu dari sekian banyak media dakwah Daarut Tauhiid, yang menanamkan nilai-nilai Ilahiah bagi masyarakat sekitarnya. Dan TQS adalah wadah yang paling penting, karena objek penanaman nilai-nilai Ilahiah tersebut adalah anak-anak, yang notabene masih bersih dan akan senantiasa merekam hal-hal positif sampai mereka dewasa nanti. Selain pagi hari (pukul 08.00-09.30 wib), TQS juga diadakan pada sore hari (pukul 16.00-17.30 wib) dan malam (pukul 18.30-20.00 wib). TQS pagi dihadiri oleh anak-anak SD yang sekolah siang dan TQS sore dihadiri oleh anak-anak SD yang sekolah pagi. Sedangkan TQS malam khusus untuk remaja usia SMP dan SMA. Mayoritas santri yang bergabung di TQS adalah murid SD kelas 4 dan 5. Namun tidak sedikit pula anak-anak usia pra sekolah yang turut meramaikan TQS. Hal ini menyebabkan harus ada pemisahan yakni dengan pengelompokkan berdasarkan usia. Agar materi-materi yang disampaikan, sesuai dengan jenjang pendidikan dan daya tangkap mereka. Materi-materi yang disampaikan diantaranya Aqidah, Ibadah, Akhlaq, Fiqh, Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ), dan ke-MQ-an. Khusus untuk remaja, ditambahkan dengan pelajaran Komputer. Dan untuk anak-anak, lebih banyak diselingi dengan tepuk-tepuk dan lagu-lagu khas TKA/TPA, sehingga mereka pun betah belama-lama di dalam masjid. Dengan Tim Pengajar rutin, yakni Ust. Yusuf, Ust. Teguh, Ust. Afif, Ust. Wawan, Ust. Sugeng, Ust. Ali Nurdin, dan Ust. Yanto, mereka selalu tampak antusias mengikuti pelajaran. Bulan April 2009 ini, jumlah santri yang tergabung dalam TQS mencapai 120 orang anak yang tinggal di sekitar Masjid DT Serua. Setelah Masjid DT Serua selesai dibangun, masyarakat mengusulkan kegiatan pengajian dengan sasaran utama para remaja, yang memang belum tergabung dengan organisasi keislaman manapun. Selain mengisi waktu luang, para remaja tersebut diharapkan dapat menjadi pengelola masyarakat yang mempunyai dasar-dasar keagamaan yang kuat di masa yang akan datang. Karena dorongan orang tua yang begitu besar agar anak-anak mereka mengerti Agama, TQS terbentuk tidak hanya bagi para remaja, melainkan juga untuk anak-anak. Selain rutinitas Senin-Jum`at, TQS juga mengadakan kegiatan kebersamaan setiap satu bulan sekali. Acara ini diisi dengan outbond dan hal-hal bermanfaat lainnya. Dan untuk kegiatan ini, baik pengajian rutin maupun kegiatan kebersamaan, tidak dikenakan biaya sama sekali. "Hanya ingin membantu masyarakat agar mendapat ilmu Agama," ujar Ust.Yusuf selaku Penanggung Jawab TQS mewakili Tim Pengajar. <Dhien>
|

Waktu menunjukkan pukul 08.00 wib. Di sekitar Masjid DT Serua sudah mulai berdatangan ikhwan-akhwat kecil dengan busana muslim dan muslimah yang berwarna-warni. Menenteng tas-tas mungil berisi Iqro dan alat tulis seperlunya. Mengambil posisi duduk yang terlihat sudah sangat terbiasa, ikhwan di depan, akhwat dibelakangnya. Duduk ber-shaff dengan rapi, terlebih ketika sang ustadz yang bertugas membuka acara sudah berdiri dihadapan mereka. Dan mereka pun siap menerima materi keislaman di pagi hari itu.