"KAJIAN TAUHIID", Brsma: KH.Abdullah Gymnastiar
Senin, 27 Feb 2012,Pk. 18.00-20.30 WIB di Masjid Baitul Ihsan-BI
021.7235255
 
 
Kajian Tauhiid & Manasik Haji (kolosal)  
 
 

Hadirilah...KAJIAN TAUHIID Sekaligus Manasik Haji kolosal (terbesar) Pada Hari :

 

Hari/Tgl    : Minggu, 11 Maret 2012
Pukul        : 09.00 WIB
Tempat     : Masjid Istiqla l- Jl Wijaya Kusuma-JakPus, Acara ini Gratis & Terbuka untuk UMUM

 

Program ini diperuntukan bagi jamaah yang sudah mendaftarkan haji maupun yg belum mendaftarkan Haji (Jamaah Umum),acara ini diselenggarakan dengan tujuannya agar jamaah dapat melaksanakan ibadah haji sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW,  Kelompok Bimbingan Haji Daarut Tauhiid Jakarta juga menyelenggarakan bimbingan manasik haji yang intensif (bukan yg kolosal).

 

Pendaftaran & Informasi : 0217235255, 02172787319 atau 02192889181


Add a comment
 
 
 
 
Mabit Muslimah “Mamuri”  
 
 

Nimba Ilmu, Latihan Qiamul Lail dengan Kajian Interaktif

Sebenarnya ruang aula di Masjid Baitul Ihsan ini sudah cukup luas. Namun jadi terlihat sangat kecil saat sekitar 450 sahabat muslimah ada di dalamnya, bahkan makin malam, Dan semakin malam, semakin banyak peserta yang datang. Tidak hanya dari kalangan anak mahasiswa dan pekerja, ibu-ibu pun ikut semangat hadir membawa anak mereka. Kira-kira inilah yang tergambar dalam Mabit Muslimah “Malam Muhasabah Rindu Illahi” (Mamuri) di aula Masjid Baitul Ihsan-Bank Indonesia, Jakarta Pusat, 21-22 Januari lalu.

Acara yang diselenggarakan oleh Muslimah Daarut Tauhiid (DT) Jakarta ini memang bertepatan dengan hari libur. Apalagi lokasi juga ada di pusat kota Jakarta, akses angkutan umum banyak dan mudah dijangkau. Belum lagi semua yang terlibat di dalamnya adalah akhwat, jadi makin nyaman dan kondusif.


Tepat pukul 17.30 WIB, kegiatan dibuka dengan pembacaan Al Ma’tsurat oleh Dini dan Sirry, dilanjutkan tilawah oleh Nurroniah dan Sherly. Setelah sholat Maghrib berpeserta, Yayah sebagai MC menyapa sahabat-sahabat muslimah yang datang. “Sahabat Muslimah?” Tanya MC yang langsung dijawab serempak oleh peserta, “Sholehah, Cerdas, Kreatif!”
“Sahabat yang hadir ke sini semoga tidak salah niat. Misalnya pengen dinilai jadi calon menantu yang pengen disayang mertua atau sebaliknya. Mudah-mudahan niatnya semua karena Allah SWT,” ucap Yayah, yang juga salah satu santri karya di MQ Travel ini.


Dan sepertinya peserta yang datang semuanya ikhlas untuk menambah ilmu dan mendekatkan diri pada Allah, meskipun ada sedang berhalangan dan tidak bisa ikut sholat. Mereka yang datang pun tidak hanya berasal dari kalangan anak muda seperti mahasiswa atau karyawan. Tapi ada juga ibu-ibu membawa anaknya yang masih balita, yang ternyata sama sekali tidak mengganggu jamaah lain selama kegiatan berlangsung.

Muslimah Berkualitas=Pola Hidup Islami

Mamuri kali ini mengambil tema “Membentuk Karakter Muslimah yang Berkualitas”. Menurut Ustadzah Syamsiah Saifurohim, Koordinator Muslimah DT Jakarta, topik ini diambil supaya peserta yang hadir bisa sukses dalam beberapa peran sekaligus, seperti dalam karir, sebagai anak, ibu, sahabat dengan segala kelebihannya. “Jadi bukan dari sisi duaniawi saja, tapi juga Insya Allah juga jadi tabungan pahala mereka untuk akhirat nanti,” ucap Ustadzah yang biasa disapa Syasa ini.


Malam itu ada dua pembicara yang mengisi: Ustadzah Erika Suryani Dewi dan Ustadzah Siti Sumarni. Setelah sholat Isya berpeserta, Ustadzah Erika memulai kajian dengan menjelaskan beberapa wanita yang mengukir sejarah sebelum dan sesudah masa Islam seperti Hawa, Sarah dan Hajar, Asiah (isteri Firaun) serta muslimah di masa Nabi Muhammad SAW dan Sahabat.
“Ada lima penunjang mutu keislaman, yaitu iman dan taqwa, ihsan, ikhlas dan ridho, iltizam yaitu komitmen atau istiqomah serta indhibath atau disiplin. Jadi saat kita sudah bersandar pada Allah, maka tidak ada kata-kata “tapi”. Kalau masih ada kata itu, berarti namanya belum sepenuhnya patuh ke Allah,” papar Ustadzah Erika.


Sementara itu Ustadzah Sumarni mengungkapkan kalau muslimah berkualitas adalah perempuan Islam yang gaya atau pola hidupnya sesuai dengan ketentuan Islam. “Caranya tidak susah kok, yang penting punya niat yang kuat untuk menjadi muslimah berkualitas, membuat rencana dan resolusi amal dan menjalankan latihan-latihan atau riyadhoh,” saran Ustadzah yang biasa mengisi kajian di DT Bandung ini.
Selesai mengikuti dua kajian, sahabat-sahabat muslimah istirahat. Kemudian sekitar pukul 03.00 WIB sholat Qiamul Lail dengan Ustadzah Suhartatiek al Hafidzoh dilanjutkan dengan muhasabah dengan Ustadzah Siti SUmarni dan sholat subuh berpeserta. Pukul 06.00 WIB peserta kembali pulang ke rumah masing-masing setelah pembacaan Al Ma’tsurat, perkenalan antar peserta dan panitia serta testimoni dari sahabat muslimah yang hadir. “Adanya kritik dan saran adalah bukti rasa cinta antar kita,” ujar Syasa,

Latihan Qiamul Lail dan Muhasabah
Mabit Muslimah Mamuri pertama kali diadakan tahun 2009. Ustadzah Syasa mengatakan bahwa Muslimah DT Jakarta memang ingin memfasilitasi para muslimah dengan kajian yang durasinya lebih panjang dari biasanya. Maka dari itu kegiatan diadakan dalam bentuk mabit atau malam bina iman dan taqwa. “Kami juga membuatnya lebih interaktif, memfasilitasi jamaah yang masih latihan Qiamul Lail dan muhasabah,” katanya.


Ke depannya, Syasa ingin Mamuri dan Kajian Muslimah khususnya bisa diadakan per wilayah dan tidak terpusat di Jakarta saja, seperti di daerah Ciledug, Serpong atau Bekasi. “Apalagi Mamuri juga bisa dibilang sebagai event muslimah pertama yang diadakan di Jakarta. Akan lebih bagus lagi jika bisa merangkul jamaah dari berbagai kalangan. Komitmen diri kepada Allah serta niatkan yang bersih untuk menjadi fasilitator dakwah muslimah.”


Beliau juga menambahkan, jika sahabat muslimah kenal dengan pemateri yang bisa mengisi kajian mabit, bisa infokan pada kami karena kami sebenarnya punya banyak pemateri hanya saja tidak semua diizinkan atau bersedia menjadi pembicara di malam hari. Di tahun 2012 ini, Muslimah DT Jakarta berencana mengadakan dua kali Mamuri. Syasa berharap, Mamuri selanjutnya insya Allah akan diadakan sekitar bulan Mei atau Juni, sekalian menyambut bulan Ramadhan.


Add a comment
 
 
StartPrev12345678910NextEnd

Page 1 of 25