Facebook MySpace Twitter Digg Delicious Stumbleupon Google Bookmarks RSS Feed 
We have 1246 guests online
"KAJIAN TAUHIID", Brsma: KH.Abdullah Gymnastiar
Senin, 27 Feb 2012,Pk. 18.00-20.30 WIB di Masjid Baitul Ihsan-BI
021.7235255
 

Dompet Peduli Ummat Jakarta

 
 

Menag RI Kukuhkan DPU DT Sebagai LAZ Nasional
Kementerian Agama Republik Indonesia mengukuhkan Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT) sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas), Ahad (26/6) malam, di Lapangan Bola Blok-S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Dikarenakan Menteri Agama RI, Muhammad Maftuh Basyuni, ada pertemuan dengan Wakil Presiden Muhammad Yusuf Kalla, maka Direktur Jenderal Pengembangan Zakat dan Haji Departemen Agama RI, Tulus, yang diutus untuk menyerahkan SK Menag RI No.410 Tahun 2004 kepada Direktur DPU DT Muhammad Iskandar yang disaksikan KH.Abdullah Gymnastiar, Pendiri dan Pembina DPU DT, dan Ahmad Johari dari Departemen Agama RI Jakarta.

 

Sebelumnya, Ahmad Johari yang mendapat mandat untuk membacakan sambutan tertulis dari Menag menyampaikan permintaan maaf sekaligus ucapan selamat dihadapan 3000 warga Jakarta Selatan. Menurutnya, menteri agama menyatakan bahwa ia sangat mendukung kegiatan yang diselenggarakan DPU DT dan Yayasan Daarut Tauhiid Jakarta ini karena di dalamnya terkandung nilai untuk mensosialisasikan zakat dan syiar Islam. Dengan adanya Undang-undang Pengelolaan Zakat No.38 Tahun 1999, peran dan fungsi social agama benar-benar terasa dan optimal, karena zakat merupakan solusi alternatif atas masalah kemiskinan dan kurangnya keterampilan atau keahlian dalam membuka sebuah usaha.

 

“Karena itu lembaga amil zakat harus dibangun di atas system yang amanah dan professional,” tuturnya dihadapan para tokoh masyarakat, civitas Yayasan Daarut Tauhiid dan civitas DPU DT, para kepala cabang DPU DT, para donatur dan tamu undangan, seraya mengeluhkan masalah kemanusiaan yang terjadi akhir-akhir ini.

Usai serah terima SK Menag RI No.410 Tahun 2004, acara berlanjut dengan penampilan nasyid Opick dan tabligh Akbar oleh KH.Abdullah Gymnastiar, yang membahas makna syukur.

Selain membahas syukur, Aa Gym juga sempat mengulas sejarah berdirinya DPU DT yang lahir dari upaya menanggulangi masalah-masalah kemasyarakatan yang terjadi akibat sedikitnya lapangan kerja dan tidak mempunyai keahlian dalam berwirausaha, sehingga terjerumus dalam perbuatan-perbuatan asusila. Karena itulah, lanjut Aa Gym, DPU DT didirikan untuk mempasilitasi masyarakat agar bisa berdaya dengan pelatihan-pelatihan wirausaha.

“DPU ini adalah sarana untuk melipatgandakan rizki saudara supaya barokah. DPU akan memberikan pelatihan-pelatihan yang dananya dari ummat. Orang yang kurang mampu akan dididik berwirausaha. Hasilnya, insya Allah, dari usaha itu ia akan membawa barokah bagi anak, istri, keluarga dan lingkungannya,” ungkapnya.

Di tempat terpisah Kepala Cabang DPU DT Jakarta, Purwanto, menerangkan bahwa kegiatan yang dimulai sejak pagi dan berakhir malam ini bertujuan untuk mensosialisasikan DPU DT sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional dan merayakan Milad Yayasan Daarut Tauhiid ke 6 serta memperkenalkan keberadaan lembaga tersebut kepada masyarakat Jakarta Selatan.

Menurutnya, hal ini penting dilakukan karena DPU DT sendiri selama ini sudah terlibat dalam berbagai bantuan kemanusiaan dan melakukan pembinaan dan memberdayakan kaum mustadhafin yang berada di Jakarta.

“Intinya mengajak seluruh masyarakat untuk mempererat tali ukhuwah dan membangun rasa kepedulian di antara sesama manusia sekaligusd mensinergikan dengan Laz-laz yang ada di Jakarta, karena kita tidak bisa berdiri sendiri,” ujar Purwanto menerangkan di kantor DPU DT Cabang Jakarta, di Jalan Cipaku I No.43, Kebayoran Baru, Sabtu (25/6) pekan lalu.

 

Dalam kegiatan Milad Yayasan Daarut Tauhiid Jakarta ke 6 sekaligus Launching DPU DT sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) ini diisi pula dengan rangkaian kegiatan seperti pasar murah, pemeriksaan kesehatan (gigi) dan pengobatan gratis, khitanan masal dan pemberian paket sunatan, lomba mewarnai gambar untuk anak sekolah dan anak yatim piatu, lomba hafalan juz amma untuk muallaf, pentas nasyid F-one, Opick, Tazakka, Al-Hikam, dan pembacaan puisi oleh anak binaan DPU DT Jakarta. (ahmad-sahidin)